JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 82,9 juta orang pada Mei 2026. Target ini menyasar pegawai sekolah, santri, hingga anak jalanan yang belum terdaftar.
Perluasan cakupan program untuk mencapai target tersebut, diharapkan dapat terwujud pada Mei 2026. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang mengungkap penetapan target penerima sudah tercantum dalam regulasi pemerintah.
"Insyaallah dari sisi jumlah, meskipun kita menargetkan bulan Mei, pada Mei nanti penerima manfaat bisa mencapai 82,9 juta orang. Itu adalah target awal yang tercantum dalam PP 115,” ujar Nanik di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis 8 Januari.
Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan upaya pemenuhan gizi jadi hak seluruh anak Indonesia. Termasuk juga santri di pondok pesantren, penghuni panti asuhan, hingga anak jalanan.
“Pak Presiden ingin menegaskan bahwa gizi adalah hak anak Indonesia. Jadi, di mana pun anak berada, baik di pondok yang terdaftar di Kementerian Agama maupun yang belum, tetap akan memperoleh manfaat,” katanya.
Ia mengungkap lembaganya juga menambah cakupan penerima di setiap sekolah. Nantinya, guru dan tenaga pendidik serta pengasuh pondok pesantren juga akan mendapat jatah MBG.
BACA JUGA:
“Termasuk anak-anak yang saat ini belum tertampung di Sekolah Rakyat, mereka juga akan memperoleh tambahan manfaat dari Program MBG,” ujar Nanik
Sebelumnya, BGN mencatat capaian satu tahun Program MBG melampaui target. Program yang awalnya menargetkan 6 juta penerima manfaat pada 2025, ternyata berhasil menjangkau 55,1 juta orang.