YOGYAKARTA – Penangkapan presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS) jadi sorotan dunia. Penangkapan itu terjadi pada Sabtu, 3 Januari, dini hari. Di luar dari tragedi tersebut, sorotan terhadap profil Nicolas Maduro semakin meningkat. Selain dikenal sebagai presiden Vebezuela, siapa ia sebenarnya?
Profil Nicolas Maduro
Nicolas Maduro Moros adalah politisi yang lahir di Caracas pada 23 November 1962. Ia lahir dari keluarga kelas pekerja. Sang ayah dikenal sebagai pemimpin serikat pekerja. Jauh sebelum menjadi presiden, Maduro menjalani berbagai profesi.
Bahkan, Maduro pernah menjadi sopir bus di masa kepemimpinan perwira militer Hugo Chavez yang kala itu berupaya melakukan kudeta pada tahun 1992 meski gagal, demikian dilansir dari Reuters.
Sebagai putra pemimpin gerakan buruh, Maduro memang menganut kesadaran politik kiri. Keaktifannya di dunia politik pun sudah dimulai sejak ia remaja. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Maduro sempat menjalani pendidikan politiknya di Kuba. Setelah selesai, barulah ia kembali ke Venezuela dan menjadi supir bus sekaligus aktif di serikat pekerja transportasi wilayahnya.
Kedekatan Maduro dengan Hugo Chavez sendiri dimulai sejak tahun 1990-an. Ia bahkan ikut mengampanyekan pembebasan Chavez yang ditangkap pada tahun 1992. Lalu di tahun 1994, saat bebas, Maduro ikut mengamankan Chavez. Sejak saat itu keduanya semakin dekat dan menjalin kerja sama.
BACA JUGA:
Karier Politik Nicolas Maduro
Karier Maduro di dunia politik makin melambung setelah pemilihan Chavez berhasil terjadi pada tahun 1998. Di saat bersamaan, Maduro yang menjadi aktivitas serikat pekerja kemudian dipercaya memimpin Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV). Tidak sampai situ saja, Maduro juga ditunjuk sebagai Ketua Parlemen Venezuela untuk periode 2005 – 2006.
Tidak hanya duduk di kursi parlemen, Maduro juga sempat menjadi menteri luar negeri Venezuela. Selama masa jabatannya itu ia berkeliling dunia membangun aliansi internasional lewat program bantuan dengan pendanaan dari hasil minyak Venezuela.
Di tahun 2012, Maduro dipercaya mendampingi Chavez yang menjadi teman akrabnya sebagai wakil presiden. Penunjukan ini yang membuat Maduro terus mendapat simpati dari masyarakat.
Hingga pada tahun 2013, Maduro berhasil memenangkan pemilu Venezuela mengalahkan Henrique Capriles Radonski. Suara yang didapatkan oleh keduanya memang sangat tipis yakni 50,6% untuk Maduro, dan 49,1% untuk Henrique Capriles. Kemenangan Maduro itu juga mendapat apresiasi dari Chavez. Ia bahkan mengatakan bahwa Maduro adalah sosok yang tepat sebagai penerusnya.
Itulah informasi terkait profil Nicolas Maduro. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.