JAKARTA - Pemerintah Iran pada Hari Senin menegaskan program rudalnya bersifat defensif, setelah muncul laporan Israel telah mengeluarkan peringatan tentang latihan militer Iran.
"Program rudal Iran dikembangkan untuk mempertahankan wilayah Iran, bukan untuk negosiasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan, dilansir dari The National (23/12).
"Oleh karena itu, kemampuan pertahanan Iran, yang dirancang untuk mencegah agresor dari upaya menyerang Iran, bukanlah hal yang dapat dibicarakan," tandasnya.
Kemampuan rudal balistik Iran menempatkan Israel dalam jangkauan serangan, dan setelah serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu perang pada bulan Juni, Teheran menanggapi dengan gelombang rudal dan drone yang diluncurkan ke kota-kota Israel.
Menurut stasiun televisi Amerika Serikat NBC, Israel semakin khawatir Teheran berupaya membangun kembali dan memperluas produksi rudalnya setelah perang, dan mungkin akan berupaya menyerang Iran lagi untuk membatasi upaya tersebut.
Selama kunjungan yang direncanakan ke AS akhir bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "diperkirakan akan menyampaikan kepada (Presiden Donald) Trump pilihan bagi AS untuk bergabung atau membantu dalam operasi militer baru apa pun," lapor NBC, mengutip sumber anonim yang mengetahui rencana tersebut dan mantan pejabat AS yang diberi pengarahan tentang hal itu.
BACA JUGA:
Pada Hari Senin, Axios melaporkan Israel memberi tahu Pemerintahan Presiden Trump pada akhir pekan, latihan rudal Korps Garda Revolusi Iran dapat menjadi persiapan untuk serangan terhadap Israel.