JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Yaman, Abdulwahid Abu Ras mengatakan kawasan Yaman selatan memburuk akibat dari bentrokan yang terjadi.
Mengutip Al Arabiya via AN, Senin 22 Desember, ia mengatakan organisasi internasional tidak dapat melanjutkan pekerjaannya di Yaman selatan karena situasi dan kondisi terkini berdampak besar pada keselamatan para petugas kemanusiaan.
Abdulwahid kemudian memperingatkan bahwa perpecahan lantaran kendali militer dari penguasaan di banyak kawasan bukan dari otoritas militer Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dapat membuat ketidakstabilan berlanjut.
BACA JUGA:
Adapun pemberontak Dewan Transisi Selatan (STC) baru saja mengumumkan menolak menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang kaya akan minyak di Provinsi Hadramout dan Mahra di Yaman selatan.
Banyak tudingan pemberontak STC melakukan kekerasan atas penguasaan wilayah tersebut. Namun, STC telah membantahnya.
Penguasaan Hadramout dan Mahra setelah STC terlibat bentrok dengan Aliansi Suku Hadramout dan pasukan Wilayah Militer Pertama yang bersekutu dengan Pemerintah Yaman.
STC juga menilai tidak mempunyai masalah dengan Pasukan Perisai Nasional yang dibentuk pada tahun 2023 berdasarkan keputusan kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Rashad al-Alimi.
Di satu sisi, adanya aliansi militer lain seperti Pasukan Elit Hadrami diketahui bersekutu dengan STC.