JAKARTA - Koalisi Arab pendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memperingatkan setiap gerakan militer perusak upaya de-eskalasi di Yaman akan segera ditindak demi melindungi warga sipil.
Kantor Berita Saudi, SPA, melaporkan Sabtu 27 Desember, Juru Bicara Koalisi Arab, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan peringatan tersebut menyusul permintaan dari Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman untuk mengambil tindakan mendesak guna melindungi warga sipil di Provinsi Hadramout.
Koalisi Arab menyebutkan penindakan akan berupa pengurangan ketegangan, upaya memfasilitasi penarikan pasukan, menyerahkan kamp-kamp militer, dan memungkinkan otoritas lokal untuk menjalankan tugas mereka di Yaman.
Al-Maliki kemudian menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan terlibat dalam solusi damai.
Hadramout di Yaman selatan dikuasai pemberontak Dewan Transisi Selatan (STC) dan dinilai banyak pihak telah terjadi dugaan pembunuhan, penculikan, atau tindakan di luar hukum di kawasan itu.
Pemberontak STC juga tercatat telah mengusir pemerintah yang diakui secara internasional di Aden, sambil mengklaim kendali luas di seluruh wilayah Yaman selatan bulan ini.
Di bulan ini juga, Arab Saudi telah meminta pasukan STC untuk mundur dari wilayah yang mereka rebut di Hadramout dan Mahra. Namun, STC telah menegaskan menolak permintaan Pemerintah Yaman untuk menarik pasukannya dari dua wilayah yang kaya akan minyak tersebut.