Bagikan:

JAKARTA - Bahaya yang mengintai peternakan kuda di wilayah Zaporizhzhia selatan Ukraina semakin mendekat imbas eskalasi militer Rusia yang makin maju usai membombardir wilayah tersebut selama berbulan-bulan.

Ancaman maut bagi hewan-hewan tersebut tinggal menunggu waktunya saja.

Peternakan kuda milik Pemerintah Ukraina saat ini menampung 130 kuda, beberapa di antaranya telah pindah-pindah dievakuasi dari Zaporizhzhia atau Dnipropetrovsk.

“Saat ini kami sedang memindahkan kuda-kuda di peternakan ini ke peternakan kuda lain di Ukraina,” kata direktur perusahaan milik negara bernama “Peternakan Kuda Ukraina”, Vitaliy Brovko kepada AFP, Jumat 19 Desember.

Pada awal invasi Rusia pada tahun 2022, kandang kuda di peternakan tersebut terkena rudal, menyebabkan satu kuda terluka dan yang lainnya trauma.

“Mereka tidak masuk kandang selama dua minggu, dan siang dan malam, mereka berlari ke kandang, berbalik dan berlari kembali,” tambah Direktur Cabang Perusahaan negara tersebut, Mykhailo Sych.

Sejak saat itu, ancaman akan kehancuran dan kematian di peternahan kuda milik Pemerintah Ukraina itu terus membayangi.

“Ada kasus di mana kuda mengalami keguguran karena stres,” kata pekerja peternakan kuda Oleksandr Konyakhin.

“Sekarang tidak ada serangan, hanya ledakan yang terdengar, dan kuda-kuda secara bertahap terbiasa dengan itu,” tambahnya.

Hewan dan masyarakat Ukraina telah menderita selama perang yang telah berlangsung hampir empat tahun ini, dengan serangan Rusia tercatat juga menghantam kandang dan kebun binatang.

Pada bulan Oktober, serangan drone Rusia memicu kebakaran di sebuah peternakan di timur laut Ukraina. Kebakaran tersebut menewaskan sekitar 13.000 babi.

Sebulan sebelumnya, tujuh kuda tewas di wilayah Kyiv selama serangan besar-besaran Rusia yang menghantam sebuah klub berkuda.

“Hewan-hewan Ukraina sekali lagi menjadi sasaran rudal dan drone Rusia,” kata Kementerian Luar Negeri Ukraina pada tanggal X, mengutuk serangan pada bulan September.

“Dunia tidak bisa tinggal diam sementara negara teroris merenggut nyawa — manusia atau hewan — setiap hari,” katanya.