JAKARTA - Direktur PT Transjakarta Welfizon Yuza buka suara soal viral cekcok di dalam bus Transjakarta. Dalam video yang viral di media sosial, seorang ibu-ibu memaki dan menghina perempuan yang lebih muda karena tak mau mengalah dan memberikan tempat duduk untuk dirinya.
Ia menjelaskan, salah satu sumber kesalahpahaman yang kerap terjadi di dalam bus berkaitan dengan penggunaan kursi prioritas. Kursi prioritas diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang tua yang membawa anak atau balita.
Sementara itu, kursi di luar kategori tersebut merupakan area umum yang dapat digunakan seluruh pelanggan. Menurut Welfizon, sikap saling pengertian tetap dibutuhkan, terutama ketika ada penumpang yang sedang dalam kondisi kesehatan kurang baik.
"Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya bertransportasi yang santun. Masukan dari pelanggan sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan standar layanan Transjakarta," kata Welfizon dalam keterangannya, Senin, 22 Desember.
Karena itu, Transjakarta akan memperkuat kembali sosialisasi mengenai fungsi dan perbedaan antara kursi prioritas dan kursi umum untuk mencegah peristiwa tersebut terulang.
"Kami akan menginstruksikan petugas di lapangan untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan aturan kursi prioritas serta membantu memediasi jika terjadi kendala antar-pelanggan di dalam bus," ujarnya.
Welfizon mengingatkan pentingnya etika bertransportasi dan sikap saling menghargai antarpenumpang. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat ruang publik, termasuk transportasi massal, membutuhkan kesadaran bersama agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh pelanggan kami. Transjakarta adalah milik bersama, dan kami ingin setiap perjalanan menjadi momen yang aman serta nyaman bagi semua pelanggan tanpa terkecuali," tutur dia.
Transjakarta juga mengingatkan pelanggan untuk tidak ragu melapor apabila mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman selama perjalanan. Pengaduan dapat disampaikan langsung kepada petugas di halte, melalui call center 1500-102, maupun kanal media sosial resmi Transjakarta.
Beredar video yang memperlihatkan seorang ibu-ibu yang memarahi penumpang di dalam bus TransJakarta. Dari video dan narasi di akun Instagram @hani.rajagukguk, ibu itu meminta kursi yang diduduki perempuan tersebut.
Namun, permintaan itu ditolak dengan alasan karena dia tak duduk di kursi prioritas. Perempuan muda itu menjelaskan tak mau memberikan kursinya karena lelah dan sakit kepala.
Ibu-ibu tersebut meradang karena perempuan tersebut tak mau mengalah dengan orang yang lebih tua. Penumpang lain bahkan meminta ibu tersebut untuk duduk di tempat yang kosong. Namun, dia menolak dan terus mencecar dan memaki perempuan itu.