Bagikan:

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat total tiket kereta api (KA) Lebaran 2025 yang sudah terjual mencapai lebih dari 2,9 juta, atau 65 persen dari total kapasitas yang disediakan yakni 4,5 juta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan dari jumlah tersebut, 2.740.805 tiket merupakan perjalanan kereta api jarak jauh dengan tingkat okupansi sebesar 80 persen.

Sementara, sambung Didiek, penjualan KA Lokal tercatat sebanyak 241.942 tiket atau 21 persen dari total kapasitas.

“Menariknya, data penjualan pada masa periode Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa penumpang perempuan mendominasi perjalanan kereta api jarak jauh dengan persentase sebesar 53 persen, sementara penumpang laki-laki tercatat sebanyak 47 persen,” kata Didiek dalam keterangan resmi, Rabu, 26 Maret.

Didiek bilang KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pelanggan, khususnya perempuan dan anak.

“Fitur pemilihan kursi melalui aplikasi Access by KAI merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan yang kami hadirkan untuk mendukung perlindungan terhadap penumpang perempuan,” ujar Didiek.

Selain fitur pemilihan kursi di aplikasi Access by KAI, sambung Didiek, KAI juga menyediakan gerbong khusus perempuan pada layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek.

Didiek bilang KAI juga menghadirkan fasilitas tambahan seperti pin khusus untuk ibu hamil yang memudahkan mereka mendapatkan prioritas tempat duduk, ruang laktasi atau ruang ibu menyusui di beberapa stasiun, serta jalur prioritas bagi penumpang berkebutuhan khusus, termasuk ibu hamil.

“Di samping itu, demi memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi keluarga, beberapa stasiun juga dilengkapi dengan ruang bermain anak yang nyaman dan aman,” ucapnya.

Untuk meningkatkan keamanan, KAI melalui KAI Commuter juga telah mengimplementasikan CCTV analytic dimana dalam sistem ini dapat merekam wajah seluruh pengguna yang masuk ke dalam stasiun untuk dijadikan database.

KAI Commuter telah mengoperasikan sistem CCTV Analytic di stasiun-stasiun Commuter Line di wilayah Jabodetabek. Hasil laporan rekaman video maupun foto dari korban atau yang berasal dari media sosial atas wajah pelaku tindak kriminal juga dimasukan kedalam database sistem ini.

“Kami berharap kebijakan ini dapat terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan transportasi publik, serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih aman dan inklusif,” kata Didiek.

Langkah yang dilakukan KAI ini mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Dia menilai fitur pemilihan kursi (seat) yang memudahkan penumpang, khususnya perempuan dan anak.

“Kami mengapresiasi kebijakan yang telah KAI terapkan melalui aplikasi Access by KAI berupa fitur pemilihan kursi (seat) yang memudahkan penumpang, khususnya perempuan dan anak, untuk memilih kursi sesuai kebutuhan dan keinginan. Fitur ini memungkinkan penumpang perempuan duduk bersebelahan dengan sesama perempuan,” ujar Arifatul.

Menurut Arifatul, kebijakan ini menjadi langkah signifikan dalam menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi publik yang nyaman, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

“Hal ini merupakan dukungan terhadap upaya mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya tindak kekerasan termasuk pelecehan yang kerap menimpa perempuan dan anak sebagai kelompok rentan,” katanya.