JAKARTA - Transjakarta menambahkan 205 armada bus listrik di awal tahun 2025 dan membuka dua rute Transjabodetabek yaitu S61 Blok M – Alam Sutera dan T31 Blok M – PIK2. Penambahan ini memperluas jangkauan layanan, mempercepat mobilitas warga, dan mendukung transportasi ramah lingkungan.
Penambahan armada dan rute wilayah Transjabodetabek ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengurangi emisi karbon dan kemacetan yang masih menjadi masalah utama di ibu kota. Bus listrik dipilih sebagai bentuk dukungan transportasi ramah lingkungan.
“Transjakarta menggunakan armada bus listrik mengikuti kebijakan peraturan pemerintah untuk kendaraan umum berbasis listrik, targetnya seluruh armada berbasis listrik pada 2030 Transjakarta wajib menggunakan full armada bus listrik. Rute baru transjabodetabek ini juga menghubungkan warga Jakarta dengan komplek-komplek elit” ujar Pak Okta, salah satu petugas Transjakarta saat diwawancarai di Halte Dukuh Atas Jakarta Pusat, pada Minggu 25 Juni.
BACA JUGA:
Bus listrik Transjakarta dilengkapi dengan fasilitas khusus seperti USB charger, kamera pengawas (CCTV), ruang khusus wanita, kursi prioritas, dan aksesibilitas untuk disabilitas. Fasilitas ini diharapkan memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang. Salah satu penumpang menyampaikan pengalamannya menggunakan bus Listrik. “Busnya enak, nyaman, di dalamnya ada tempat charger, bus listrik tidak bising atau kedap suara. Harapannya semua rute nanti bisa memakai armada seperti ini,” ungkap Davina, warga Blok M.
Dengan adanya penambahan armada bus listrik dan rute Transjakarta dan Transjabodetabek diharapkan banyak warga Jakarta beralih ke transportasi umum demi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (Tria Citra Sari)