Bagikan:

JAKARTA - Jet latih canggih buatan dalam negeri Turki, Hurjet, siap memasuki produksi massal, setelah dua prototipe menyelesaikan sekitar 340 penerbangan dan 260 jam terbang, menurut pejabat pertahanan Turki.

Dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), Hurjet dijadwalkan untuk dikirim ke tim aerobatik Angkatan Udara Turki, Turkish Stars, pada tahun 2026, dikutip dari Anadolu (15/12).

Pekerjaan perakitan untuk pesawat yang akan dikirim sedang berlangsung, dan jet yang baru diproduksi ini diharapkan melakukan penerbangan pertamanya pada kuartal pertama tahun depan.

CEO TAI Mehmet Demiroglu mengatakan, pesawat ini terutama dirancang sebagai pesawat latih jet tetapi dapat diadaptasi dengan cepat untuk misi baru atau dikirim dalam konfigurasi varian jika diminta oleh pelanggan.

Proyek ini dimulai pada Agustus 2017 dan pesawat melakukan penerbangan perdananya pada April 2023. Sebelum itu, komponen pertama yang telah selesai memasuki jalur perakitan akhir pada Juni 2022, diikuti oleh uji darat yang mencakup uji roda pendaratan, pemeriksaan kabel, mekanisme kanopi, dan uji sistem avionik, listrik, dan bahan bakar secara lengkap.

Pesawat latih supersonik bertenaga jet pertama Turki menyelesaikan uji coba mesin pertamanya pada 30 Januari 2023, sebelum melakukan penerbangan perdananya pada 25 April 2023. Pengujian terus berlanjut dalam batas desainnya.

Selama pengujian, dua Hurjet melakukan penerbangan formasi dengan kamuflase berbeda, dan satu lagi terbang bersama tim aerobatik Turkish Stars, demonstrasi yang menarik perhatian signifikan.

TAI sedang membangun jalur produksi yang mampu membangun dua pesawat per bulan. Angkatan Udara Turki diharapkan menerima 16 unit pada awalnya, dengan jumlah total yang akan meningkat seiring penambahan konfigurasi baru.

Diketahui, jet bermesin tunggal ini dirancang untuk pelatihan pesawat tempur modern, patroli udara bersenjata dan tanpa senjata, serta misi aerobatik. Pesawat ini memiliki panjang 13,6 meter, tinggi 4,1 meter, dan bentang sayap 9,5 meter.

Pesawat ini dapat mencapai kecepatan hingga Mach 1,4 dan terbang pada ketinggian hingga 45.000 kaki. Hurjet memiliki tujuh stasiun untuk muatan yang berbeda dengan total kapasitas angkut tiga ton.