JAKARTA - Sekitar 20 persen armada bus di Terminal Kampung Rambutan belum memenuhi standar kelayakan untuk melayani angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Temuan ini diperoleh dari hasil pra pengecekan kelaikan jalan atau ramp check yang dilakukan pengelola terminal bersama petugas terkait.
“Dari hasil pra pengecekan kelaikan jalan, kurang lebih 20 persen armada yang kami periksa belum laik jalan. Karena ini masih pra angkutan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Jakarta Timur, Antara, Jumat, 19 Desember.
Revi mengatakan, temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Armada yang dinyatakan belum laik jalan langsung diberikan surat peringatan dan diwajibkan melakukan perbaikan sebelum memasuki masa angkutan Nataru.
Menurut dia, sebagian besar ketidaklayakan armada berkaitan dengan kelengkapan sistem penunjang keselamatan. Meski tidak termasuk kerusakan berat, kekurangan tersebut dinilai krusial dalam kondisi darurat selama perjalanan.
“Temuannya kebanyakan soal alat pemukul kaca yang tidak ada, dongkrak, atau kotak P3K yang tidak tersedia. Ini semua wajib dipenuhi,” ujar Revi.
Pra ramp check dilaksanakan sejak 20 November hingga 17 Desember agar perusahaan otobus memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki kekurangan armada sebelum puncak arus libur. Revi menegaskan, saat masa angkutan Nataru berlangsung, pemeriksaan akan dilakukan selama 24 jam.
“Pra ramp check ini kita lakukan satu bulan sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru. Saat masa angkutan nanti, pemeriksaan dilakukan nonstop,” katanya.
Ia menambahkan, Terminal Kampung Rambutan tidak akan memberikan toleransi kepada bus yang masih ditemukan tidak laik jalan saat masa angkutan berlangsung. Armada dengan gangguan pada aspek keselamatan utama, seperti sistem pengereman dan kondisi roda, akan langsung dilarang beroperasi.
“Kalau menyangkut aspek keselamatan, kita setop operasinya. Ini sesuai arahan Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan zero accident pada angkutan bus Natal dan Tahun Baru,” tegas Revi.
Dengan temuan tersebut, Revi berharap perusahaan otobus lebih disiplin dalam menyiapkan armada. Ia meyakini pemeriksaan dan penindakan sejak dini dapat menekan risiko kecelakaan serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan Nataru.
Sementara itu, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di lajur keberangkatan diperiksa satu per satu oleh tim uji mekanis Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulogadung bersama pengelola Terminal Kampung Rambutan. Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat kendaraan, seperti buku uji KIR, SIM, STNK, dan kartu pengawasan, serta kondisi teknis bus mulai dari ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, wiper, klakson, hingga alat pemecah kaca.
Armada yang lulus pemeriksaan dipasangi stiker bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub” sebagai tanda telah memenuhi standar keselamatan. Sementara bus yang tidak lulus diberikan surat peringatan untuk segera memperbaiki kekurangan.
Kepala Unit UP PKB Pulogadung Erwansyah mengatakan, layanan ramp check dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang maupun awak bus menjelang hingga pascalibur Nataru. Ramp check digelar mulai 18 Desember hingga 5 Januari.
“Selama ramp check, empat petugas uji mekanis yang berpengalaman ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan secara detail,” kata Erwansyah.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, setiap hari rata-rata 15 hingga 19 armada diperiksa secara acak. Temuan di lapangan umumnya berupa buku uji KIR atau kartu pengawasan yang kedaluwarsa, hilang, serta kurangnya sarana prasarana penunjang keselamatan seperti alat pemecah kaca dan alat pemadam api ringan.
“Ramp check ini lebih kepada sidak untuk mengingatkan awak bus dan perusahaan otobus agar tetap menjaga kondisi kelaikan kendaraan,” ujarnya.