Bagikan:

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok bantuan memperingatkan pada Hari Rabu, operasi operasi kemanusiaan di wilayah Palestina, khususnya Gaza, berisiko runtuh jika Israel tidak mencabut hambatan yang mencakup proses pendaftaran yang "tidak jelas, sewenang-wenang, dan sangat dipolitisasi".

Puluhan kelompok bantuan internasional menghadapi pencabutan pendaftaran pada tanggal 31 Desember, yang berarti mereka harus menutup operasi dalam waktu 60 hari, kata PBB dan lebih dari 200 kelompok bantuan lokal dan internasional dalam pernyataan bersama.

"Pencabutan pendaftaran LSM internasional (INGO) di Gaza akan berdampak buruk pada akses ke layanan penting dan dasar," bunyi pernyataan tersebut, melansir Al Arabiya dari Reuters (18/12).

"INGO mengelola atau mendukung sebagian besar rumah sakit lapangan, pusat perawatan kesehatan primer, tanggap darurat penampungan, layanan air dan sanitasi, pusat stabilisasi gizi untuk anak-anak dengan kekurangan gizi akut, dan kegiatan penanggulangan ranjau yang penting," katanya.

Meskipun beberapa kelompok bantuan internasional telah terdaftar di bawah sistem yang diperkenalkan pada Bulan Maret, "proses pendaftaran ulang yang sedang berlangsung dan hambatan sewenang-wenang lainnya terhadap operasi kemanusiaan telah menyebabkan jutaan dolar bantuan penting—termasuk makanan, barang-barang medis, bahan-bahan kebersihan, dan bantuan tempat tinggal—terhenti di luar Gaza dan tidak dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Terpisah, Misi Israel untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pernyataan tersebut.

Diketahui, di bawah fase pertama rencana Gaza Presiden AS Donald Trump, gencatan senjata yang rapuh dalam perang dua tahun antara Israel dan militan Palestina Hamas dimulai pada 10 Oktober.

Hamas membebaskan sandera, Israel membebaskan warga Palestina yang ditahan, dan lebih banyak bantuan mulai mengalir ke wilayah tersebut di mana sebuah lembaga pemantau kelaparan global mengatakan pada bulan Agustus bahwa kelaparan telah melanda.

Namun, Hamas mengatakan truk bantuan yang memasuki Gaza lebih sedikit daripada yang telah disepakati. Lembaga-lembaga bantuan mengatakan bahwa bantuan yang diterima jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan, dan Israel memblokir banyak barang penting agar tidak masuk.

Israel membantah hal itu dan mengatakan bahwa mereka mematuhi kewajibannya berdasarkan gencatan senjata.

"PBB tidak akan mampu mengganti kerugian akibat runtuhnya operasi LSM internasional jika mereka dicabut izinnya, dan respons kemanusiaan tidak dapat digantikan oleh aktor alternatif yang beroperasi di luar prinsip-prinsip kemanusiaan yang telah ditetapkan," demikian pernyataan PBB dan kelompok-kelompok bantuan tersebut.

Pernyataan tersebut menekankan, "akses kemanusiaan bukanlah pilihan, bersyarat, atau politis," seraya menambahkan "Bantuan penyelamatan jiwa harus diizinkan untuk sampai kepada warga Palestina tanpa penundaan lebih lanjut."