Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov dalam wawancara dengan ABC News menegaskan, Moskow tidak akan pernah menyetujui pengerahan pasukan Barat di Ukraina dalam bentuk apa pun, termasuk dalam kerangka NATO.

"Kami berpikiran terbuka mengenai keputusan apa pun yang mungkin dibuat. Kami pasti tidak akan pernah menyetujui, menerima, atau bahkan merasa puas dengan kehadiran pasukan NATO di wilayah Ukraina," jelas Wamenlu Ryabkov, melansir TASS (16/12).

Ketika ditanya lebih lanjut apakah Rusia akan siap untuk menyetujui pengerahan pasukan Eropa di Ukraina di luar kerangka NATO, diplomat senior itu menjawab: "Tidak, tidak, tidak. Koalisi negara-negara yang bersedia sama saja. Bahkan mungkin lebih buruk, karena mungkin diatur tanpa prosedur NATO yang biasa yang kurang lebih stabil."

"Tidak ada yang stabil di dunia Barat saat ini. Jadi, tidak ada kepercayaan, tidak ada keyakinan, melainkan ketidakpercayaan total dan dominan terhadap apa pun yang berasal dari ibu kota NATO utama," tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah pemimpin Eropa mengatakan, blok tersebut siap memimpin "pasukan multinasional" di Ukraina sebagai bagian dari proposal AS untuk perjanjian perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan delapan negara Eropa lainnya mengatakan pasukan dari "koalisi negara-negara yang bersedia" dengan dukungan AS dapat "membantu pemulihan pasukan Ukraina, mengamankan wilayah udara Ukraina, dan mendukung keamanan laut, termasuk melalui operasi di dalam Ukraina," dikutip dari The Guardian.

Proposal tersebut merupakan bagian dari paket jaminan keamanan baru, yang didukung oleh Gedung Putih, yang dapat menandai terobosan dalam mencapai kesepakatan perdamaian antara Moskow dan Kyiv, kata para pemimpin AS dan Eropa.

Berdasarkan proposal tersebut, Ukraina akan mendapat dukungan Barat untuk mempertahankan tentara tetap sebanyak 800.000 pasukan, AS akan memimpin "mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata" untuk memberikan peringatan dini terhadap serangan di masa mendatang.

Negara-negara Eropa juga akan menandatangani "komitmen yang mengikat secara hukum, tunduk pada prosedur nasional, untuk mengambil langkah-langkah guna memulihkan perdamaian dan keamanan jika terjadi serangan bersenjata di masa mendatang."

Selain itu, Eropa juga akan mendukung aksesi Ukraina ke Uni Eropa.