Bagikan:

JAKARTA - Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, peristiwa kebakaran yang membakar gedung Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, berawal dari lantai dasar (lantai 1) bagian gedung pada Selasa kemarin , 9 Desember.

Namun kobaran api tersebut hanya membakar di lantai dasar gedung, tidak ada perambatan api ke lantai lainnya. Selain itu, perambatan api di bagian samping juga tidak ada.

Meski api hanya membakar bagian lantai dasar, namun asap pekat yang menyembul ke lantai atas membuat sejumlah karyawan terjebak di beberapa lantai lainnya.

"(korban paling banyak ditemukan) Di lantai 3 dan 4. Betul (lantai 3 dan 4 bukan lantai yang terbakar)," kata Bayu saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Desember.

Kendati demikian, jumlah korban meninggal dunia mencapai 22 orang. Sebanyak 22 orang yang meninggal akibat kebakaran tersebut diduga tewas karena terkulai lemas setelah menghirup asap.

"Karena jalur akses yang ke atas. Akses ke atas ini yang perlu energi, kekalutan dan sebagainya mungkin. 22 orang meninggal dunia. Seluruhnya adalah karyawan," ujarnya.

Saat awal terjadi kebakaran, kata Bayu, upaya pemadaman mandiri sudah dilakukan menggunakan APAR.

"Informasi yang kami terima sudah berupaya dipadamkan dengan APAR, itu sekitar lima unit APAR berupaya untuk memadamkan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, korban jiwa akibat kebakaran maut di gedung penjualan drone milik Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bertambah.

"Total korban meninggal ada 22 jenazah. Terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji kepada VOI, Selasa, 9 Desember 2025, malam.

Sebanyak 22 jenazah tersebut telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan forensik.

"22 orang meninggal dunia dan sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati," ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki BPBD DKI Jakarta, di gedung Terra Drone Indonesia terdalam 76 orang pegawai.

Dalam insiden kebakaran yang terjadi, sebanyak 54 orang berhasil diselamatkan.

"Total pegawai 76 orang, 54 berhasil selamat dan 22 orang meninggal dunia," ujarnya.

Sementara 54 orang yang selamat diberikan perawatan intensif oleh Dinkes DKI dan PMI di Gedung PKS yang berada di samping lokasi kejadian.

Berikut daftar korban meninggal dunia:

Laki-laki (7 orang):

1. Aril (L5)

2. Apri (L5)

3. Yoga (L5)

4. Cendy (L3)

5. Reyhan (L5)

6. Mirza (L6)

7. Saiful

Perempuan (15 orang):

1. Ninda (L5)

2. Pariyem (L5)

3. Novia (L5)

4. Nisa (L3)

5. Jazel (L3)

6. Risda (L3)

7. Asyifa (L3)

8. Della (L3)

9. Siti (L3)

10. Amelia (L2)

11. Vina (L3)

12. Candra (L3)

13. Tasya (L3)

14. Cynthia (L5)

15. Rosdiana (L3)