JAKARTA – Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menyebut konflik internal berkepanjangan yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hanya akan menimbulkan citra buruk serta menguras energi organisasi.
“Saya berharap konflik ini tidak berlarut-larut. Bukan hanya dapat citra buruk, juga menghabiskan energi dan bisa merembet ke kepengurusan di tingkat bawah,” ungkapnya, Minggu 7 Desember.
Dia berharap agar seluruh struktur NU di daerah tetap solid dan tidak terpengaruh oleh dinamika di tingkat pusat. Pasalnya, keterlibatan pengurus daerah ke dalam konflik di tingkat elite hanya akan memperbesar masalah.
“Kalau sampai terjadi, sangat berbahaya dan bisa menghancurkan keutuhan organisasi. Saya berharap masing-masing pihak jangan membawa-bawa atau meminta dukungan dari pengurus di daerah-daerah,” tambah Lili.
Dia mengungkapkan, untuk menyelesaikan konflik yang tengah berlangsung, usulan sejumlah pihak termasuk para kiai khos, agar kedua kubu menggelar islah dan duduk bersama mencari jalan tengah bisa dilakukan tanpa mengedepankan ego masing-masing.
“Saya setuju dengan usulan berbagai kalangan, termasuk dari para kiai khos, agar ada islah, duduk bersama untuk mengakhiri konflik. Konflik internal PBNU harus segera diakhiri, jangan sampai berkepanjangan,” tukas Lili.