Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap Pemprov DKI menyiapkan ratusan pompa untuk meminimalisasi dampak banjir pesisir atau rob di Jakarta. Di mana, diprediksi puncak rob akan terjadi pada Jumat, 5 Desember esok hari.

"Kkan melakukan penyiapan pompa-pompa yang ada. Sekarang pompa itu yang bergerak itu kurang lebih 600 pompa lebih lah yang sedang kita siapkan di tempat-tempat itu. Termasuk ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke, kan bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kita siapkan untuk mengatasi," kata Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 4 Desember.

Per hari ini, sejumlah wilayah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu telah terdampak banjir rob. Kondisi cuaca pada hari ini juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Oleh sebab itu, Pramono mempertimbangkan untuk kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Curah hujannya kalau dilihat kemarin mendung gelap banget, tiba-tiba terang-benderang dan hanya hujannya. Enggak mungkin kalau itu tidak kita lakukan modifikasi," ujar Pramono.

Sebelum OMC dilakukan, Pemprov DKI terlebih dulu berkoordinasi dengan sejumlah instansi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB).

"Jadi modifikasi tentunya bergantung dengan data dan bergantung dengan lapangannya. Tetapi untuk bulan Desember dan sampai dengan Januari memang kami akan melakukan beberapa modifikasi cuaca," ujar Pramono.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir Jakarta, untuk mewaspadai potensi puncak banjir pesisir atau rob yang terjadi pada 5 Desember 2025.

"Rob diprediksi terjadi pada 4-6 Desember 2025 dengan waktu puncak 5 Desember pukul 09.00 WIB. Untuk warga di wilayah pesisir Jakarta diimbau waspada terhadap peningkatan muka air laut," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.

Isnawa menguraikan, terdapat 6 wilayah yang dipetakan paling terdampak banjir rob, yakni kawasan Kamai, Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, RE Martadinata, dan Blencong Marunda.

"Warga di enam wilayah ini diimbau meningkatkan kewaspadaan dan pantau terus informasi dari kanal informasi resmi," ucap Isnawa.

Adapun kanal informasi genangan dan banjir yang dikelola Pemprov DKI di antaraya situs pantaubanjir.jakarta.go.id, aplikasi JAKI, dan media sosial BPBD DKI Jakarta.

Isnawa mengungkapkan, potensi rob pekan ini dihimpun dari informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang peringatan dini banjir pesisir (rob). Berdasarkan informasi BMKG, potensi banjir rob kali ini disebabkan adanya fenomena bulan purnama dan perigee (supermoon).

"Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Puncak pasang maksimum terjadi sekitar pukul 07.00 WIB-13.00 WIB," urainya.