Bagikan:

JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, menyebut bahwa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada dalam kondisi ini rawan bencana ekologis, seperti banjir dan longsor yang terjadi di Aceh-Sumatera. Pasalnya, ada ribuan lubang tambah yang direklamasi. 

“Kaltim sangat rawan ya bencana seperti di Aceh dan Sumatera. Kenapa? Karena ada sekitar 1.700 lubang tambang yang belum direklamasi,” ujar Syafruddin kepada wartawan, Kamis, 4 Desember. 

Syafruddin pun prihatin karena hingga saat ini, 51 anak menjadi korban jiwa akibat tercebur ke lubang-lubang bekas tambang yang dibiarkan terbengkalai. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ada banyak perusahaan tambang di Kaltim. Mereka menggunduli hutan, mencemari sungai dan sumber air,” tegas legislator PKB dari Dapil Kaltim itu.

Syafruddin lantas meminta pemerintah dan lembaga terkait untuk memperketat proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Sebab ia melihat situasi di Kaltim sudah kian mengkhawatirkan.  

Ia menekankan, bahwa izin hanya boleh diberikan kepada perusahaan yang benar-benar memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

“Jika ada perusahaan yang mengajukan izin Amdal, tolong diperketat. Jangan sampai ada lagi perusahaan yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Syafruddin.

Syafruddin berharap langkah tegas pemerintah dapat mencegah meningkatnya kerusakan lingkungan. "Dan memastikan keselamatan masyarakat Kaltim di masa mendatang," pungkasnya.