Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir mengajak China "berbagi perahu bersama" guna menghadapi era ketidakpastian global, meningkatkan hubungan dan kerja sama, saat hubungan diplomatik kedua negara memasuki usia 75 tahun.

Hal Itu disampaikan Wamenlu Tata, demikian sapaan akrabnya, saat menghadiri Indonesia Investment Business Forum: "Celebrating 75 Years of Indonesia–China Diplomatic Relations: Shaping the Future of Investment Cooperation" di Hefei, Anhui, China pekan lalu.

Berbicara dalam forum yang dihadiri berbagai pihak dari kedua negara, Wamenlu RI mengajak pelaku bisnis dari China untuk tidak ragu berinvestasi di kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah dan diawasi oleh Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

"HKI mengawasi lebih dari 170 kawasan industri di seluruh Indonesia dengan menyediakan prosedur yang efisien, insentif yang menarik, dan dukungan ESG yang kuat," kata Wamenlu RI, merujuk pada dukungan dan penerapan kerangka kerja Environmental, Social and Governance, mengutip pidatonya dalam forum tersebut (3/12).

"Indonesia juga telah menetapkan sekitar 25 kawasan ekonomi khusus di seluruh negeri," lanjutnya.

"Berinvestasi di kawasan industri ini akan membantu mengurangi tantangan operasional, meningkatkan kepastian, dan mempercepat waktu pemasaran," tandas Wamenlu RI.

Mengutip pepatah China yang kurang lebih berarti "Berbagi satu perahu, kita hadapi angin dan hujan bersama," Wamenlu Tata mengatakan itu tepat untuk menggambarkan hubungan antara Indonesia dengan China, mencerminkan hubungan kedua negara.

"Di era ketidakpastian global, baik kita berbicara tentang ketidakpastian ekonomi, perkembangan teknologi, maupun situasi geopolitik, hasil terbaik dicapai bersama, dengan rasa saling percaya dan visi bersama," jelasnya.

"Dengan menyelaraskan kekuatan, kita dapat mengubah ketidakpastian menjadi peluang, dan tantangan menjadi kesejahteraan bersama," lanjutnya.

"Mari terus membangun masa depan yang lebih cerah, lebih kuat, dan lebih sejahtera demi kepentingan rakyat Indonesia dan Tiongkok," pungkas Wamenlu RI.