JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono membahas potensi penguatan kerja sama di bidang pertanian hingga koperasi dengan Norwegia, saat melakukan kunjungan kerja ke negara tersebut.
Menlu Sugiono menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kerajaan Norwegia Espen Barth Eide di Oslo, dalam kunjungan pertamanya ke kawasan Skandinavia.
Menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, Menlu Sugiono menyampaikan potensi penguatan kerja sama dengan Norwegia, antara lain melalui pengadaan panel surya untuk program 80.000 Koperasi Desa Merah Putih; pengembangan budidaya ikan dan pertanian berkelanjutan untuk penguatan ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis; serta peningkatan arus perdagangan dan investasi, khususnya dengan memaksimalkan pemanfaatan Indonesia-EFTA (European Free Trade Association) CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI (3/12).
Kedua menteri luar negeri menggarisbawahi pentingnya deregulasi untuk melancarkan arus investasi dari Norwegia ke Indonesia.
Kesempatan ini dimanfaatkan Menlu Sugiono untuk mengundang Norwegia untuk menjalin kerja sama dengan Danantara.
Selain hubungan bilateral, kedua diplomat utama masing-masing negara bertukar pandangan mengenai perkembangan isu-isu regional dan global, termasuk proses perdamaian di Palestina dan isu Myanmar.
Selain itu, upaya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam kerangka UN80 dan reformasi WTO, di mana Norwegia menjadi fasilitator, juga menjadi topik diskusi.
Baik Menlu Sugiono maupun Menlu Eide menegaskan kesiapan untuk berkontribusi konkret dalam isu-isu dimaksud.
BACA JUGA:
Sementara itu, Menlu Eide di awal pertemuan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Pada gilirannya, Menlu Eide juga mengapresiasi posisi Indonesia sebagai mitra penting bagi Norwegia, khususnya di bidang lingkungan hidup dan perdamaian internasional.
Beragam isu yang menjadi perhatian bersama kedua negara baik di lingkup kerja sama bilateral dan multilateral menandai eratnya hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia, yang telah terjalin sejak 25 Januari 1950.