JAKARTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengundang Presiden AS Donald Trump untuk mengunjungi negaranya. Petro juga mengajak Trump berpartisipasi dalam pemusnahan laboratorium kokain di Kolombia.
Undangan Petro ini setelah Trump mengeluarkan peringatan dalam rapat Kabinet di Gedung Putih pada Selasa pekan ini. Dalam momen itu, Trump menyoroti Kolombia karena memproduksi kokain dan menjualnya ke AS.
"Saya dengar Kolombia, negara Kolombia, memproduksi kokain. Mereka punya pabrik kokain, oke, lalu mereka menjual kokain mereka kepada kami," kata Trump, dikutip dari Al Jazeera, Rabu 3 November.
"Siapa pun yang melakukan itu dan menjualnya ke negara kami rentan diserang," sambungnya.
Petro bergegas menanggapi ancaman Trump di akun media sosial miliknya. Ia kemudian mengundang Trump datang ke Kolombia agar dapat menghadiri langsung pemusnahan laboratorium kokain di negaranya.
"Datanglah ke Kolombia, Tuan Trump," kata Petro.
"Ikutlah dengan saya, dan saya akan menunjukkan bagaimana mereka dihancurkan, satu laboratorium setiap 40 menit," kata Petro. "Untuk mencegah kokain mencapai AS," sambungnya.
BACA JUGA:
Menurut Badan Penegakan Narkoba AS, Kolombia merupakan sumber utama kokain yang masuk ke AS. Badan itu mencatat, 84 persen narkoba yang disita di AS pada tahun 2024 berasal dari Kolombia.
Di satu sisi, Pemerintahan Trump telah mengerahkan pasukan militer besar-besaran ke kawasan Amerika Latin dengan dalih membendung aliran narkoba ke AS dari Venezuela. Militer AS itu juga telah melakukan serangan rudal terhadap kapal-kapal di Samudra Pasifik dan Laut Karibia, yang menewaskan sedikitnya 83 orang.