JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengaku belum menerima surat dari Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terkait ajakan melakukan tobat nasuhah pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Namun, Hanif setuju bahwa pemerintah perlu melakukan tobat nasuhah menyikapi bencana Sumatera yang telah menelan korban hingga 753 jiwa.
"Oh, sampai hari ini saya belum dapat suratnya beliau. Tapi saya mendukung apa yang arahan beliau," ujar Hanif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Desember.
Sebelumnya, Menko Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin mengajak tiga menteri untuk tobat nasuha usai bencana terjadi di Sumatera. Yakni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Hanif Faisol Nurofiq.
Cak Imin mengajak mereka untuk tobat nasuha dan menyadari bahwa kerja kementeriannya belum sempurna. Ajakan itu disampaikan Cak Imin dalam acara 'Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global' di Bandung, Senin, 1 Desember.
Cak Imin menilai, tobat nasuha merupakan upaya penyesalan mendalam dan perbaikan kerja pemerintah. Ia pun mengaku telah berkirim surat kepada ketiga menteri tersebut.
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita. Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuhah," kata Cak Imin seperti dilihat di akun YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu, 3 Desember.