Bagikan:

JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk menjalani tobat nasuha, menyikapi bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Menurut Panggah, pemerintah tidak semestinya melempar tanggung jawab dan saling menyalahkan antara kementerian. Panggah menegaskan bahwa yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah proses penanganan dan langkah-langkah pencegahan secara komprehensif, agar ke depan mampu meminimalisasi terjadinya bencana banjir dan longsor. 

"Tidak perlu salah lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan, yang terpenting kita harus dalam kesadaran hidup di wilayah rawan bencana, untuk diantisipasi dengan pembenahan menyeluruh terhadap pencegahan potensi bencana baik banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gempa," ujar Panggah kepada wartawan, Rabu, 3 Desember. 

Sebagai informasi, tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, dan tidak mengulangi dosa yang pernah dilakukan.

Panggah menilai, pernyataan Cak Imin tersebut tidak tepat dan sangat tendensius. Sebab menurutnya, pernyataan ini justru tidak memberikan solusi atas masalah yang terjadi. 

"Prinsipnya sangat tidak tepat mengeluarkan pernyataan seperti itu dalam kondisi bencana seperti ini, apalagi itu keluar dari seorang Muhaimin Iskandar yang juga berada di dalam pemerintahan menjabat sebagai Menko PM," kata Legislator Golkar itu. 

Sebelumnya, Cak Imin mengajak tiga menteri untuk tobat nasuha usai bencana terjadi di Sumatera. Yakni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Hanif Faisol Nurofiq. 

Cak Imin mengajak mereka untuk tobat nasuha dan menyadari bahwa kerja kementeriannya belum sempurna. Ajakan itu disampaikan  Cak Imin dalam acara 'Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global' di Bandung, Senin, 1 Desember. 

Cak Imin menilai, tobat nasuha merupakan upaya penyesalan mendalam dan perbaikan kerja pemerintah.

"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita. Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha," kata Cak Imin seperti dilihat di akun YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Rabu, 3 Desember.