Bagikan:

JAKARTA - Delegasi dari Mesir, Qatar, dan Turki, yang merupakan mediator bersama Amerika Serikat dalam gencatan senjata di Jalur Gaza, bertemu di Kairo, Mesir pada Hari Selasa untuk membahas tahap kedua kesepakatan tersebut, lapor media pemerintah Mesir.

Al-Qahera News melaporkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala intelijen Mesir dan Turki, bersama dengan Perdana Menteri Qatar.

Para delegasi membahas kerja sama dengan AS "untuk memastikan keberhasilan implementasi tahap kedua perjanjian gencatan senjata" antara Israel dan Hamas, lapor saluran tersebut, seperti melansir Al Arabiya dari AFP 26 November.

Mesir, Qatar, Turki, dan AS bertindak sebagai mediator sekaligus penjamin untuk kesepakatan Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober setelah dua tahun perang.

Pertemuan Kairo terjadi dua hari setelah delegasi senior Hamas bertemu dengan kepala intelijen Mesir, Hassan Rashad, untuk membahas tahap kedua gencatan senjata.

Tahap tersebut meliputi pelucutan senjata Hamas, pembentukan otoritas transisi, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional yang terdiri dari pasukan asing ke Jalur Gaza.

Menurut Al-Qahera News, pertemuan Hari Selasa membahas "mengatasi hambatan dan membatasi pelanggaran untuk memastikan gencatan senjata tetap berlaku."

Diketahui, Israel dan Hamas telah berulang kali saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tembakan Israel telah menewaskan lebih dari 300 warga Palestina sejak gencatan senjata diberlakukan.

Para mediator pada Hari Selasa juga "sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Pusat Koordinasi Sipil-Militer" - pusat pemantauan gencatan senjata yang didirikan oleh AS dan sekutunya di Israel selatan.