JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan “bantuan” sekutu AS untuk memasuki Gaza dan menumpas Hamas dengan kekuatan besar belum diperlukan.
“Saya memberi tahu negara-negara ini, dan Israel, 'BELUM!' Masih ada harapan bahwa Hamas akan melakukan apa yang benar. Jika mereka tidak melakukannya, akhir Hamas akan CEPAT, GEMILANG, & BRUTAL! Saya ingin berterima kasih kepada semua negara yang telah meminta bantuan," tulis Trump di Truth Social.
Sementara itu, saat ini Wakil Presiden AS JD Vance berada di Israel, di tengah upaya Washington untuk menstabilkan fase pertama gencatan senjata Gaza yang masih rapuh.
Israel-Hamas saat ini saling menuduh atas pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata sejak disepakati secara resmi delapan hari lalu, dengan serangkaian kekerasan dan saling tuduh atas lambatnya pengembalian jenazah sandera, pengiriman bantuan, dan pembukaan perbatasan.
Namun, rencana gencatan senjata 20 poin Presiden AS Donald Trump akan membutuhkan langkah-langkah yang jauh lebih sulit yang belum sepenuhnya dipatuhi oleh kedua belah pihak, termasuk pelucutan senjata Hamas dan langkah-langkah menuju negara Palestina.
Dilansir Reuters, Selasa, 21 Oktober, kunjungan Vance menyusul perundingan pada Senin antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan AS Steven Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner, dan dilakukan saat Hamas bertemu dengan para mediator di Kairo.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan tujuan kunjungan Vance adalah untuk memajukan perundingan Gaza ke fase kedua gencatan senjata.
Perundingan Hamas di Kairo, yang dipimpin oleh pemimpin kelompok tersebut yang diasingkan, Khalil al-Hayya, juga mengkaji prospek fase berikutnya dari gencatan senjata dan pengaturan pascaperang di Gaza serta menstabilkan gencatan senjata yang ada.
Delegasi dari Mesir, mediator penting dalam konflik tersebut, tiba di Israel pada hari Selasa, menurut sumber-sumber Israel dan Mesir. Belum jelas apakah kedatangan mereka berkaitan dengan kunjungan Vance.
Menggarisbawahi rapuhnya gencatan senjata, Qatar, salah satu mediator lainnya, pada Selasa menuduh Israel melakukan "pelanggaran berkelanjutan". Qatar dan Turki, yang telah menggunakan perannya untuk memperkuat posisi regionalnya, telah menjadi mitra kunci Hamas.
Rencana Trump menyerukan pembentukan komite teknokratis Palestina yang diawasi oleh dewan internasional, sementara Hamas tidak mengambil peran apa pun dalam pemerintahan.