Bagikan:

JAKARTA - Rusia melancarkan gelombang serangan terhadap Ukraina pada Selasa, menewaskan enam orang dalam serangan yang menghantam gedung-gedung kota dan infrastruktur energi. Sementara serangan Ukraina di Rusia selatan menewaskan tiga orang dan merusak rumah-rumah.

Dilansir Associated Press, Selasa, 25 November, air, listrik, dan pemanas padam di beberapa bagian ibu kota, Kyiv. Rekaman video yang diunggah ke Telegram menunjukkan kebakaran besar yang menyebar pada bangunan hunian sembilan lantai di distrik Dniprovskyi, Kyiv timur.

Wali Kota Vitalii Kitschko mengatakan dua orang tewas dan lima orang luka-luka di Dniprovskyi dan sebuah bangunan hunian lain di distrik Pechersk pusat rusak parah.

Dalam gelombang serangan berikutnya, empat orang tewas dan tiga orang luka-luka dalam sebuah serangan terhadap sebuah bangunan nonhunian di distrik Svyatoshynyi, Kyiv barat, menurut kepala pemerintahan kota Kyiv, Tymor Tkachenko.

Kementerian Energi Ukraina juga menyatakan infrastruktur energi telah terkena dampak, tanpa menjelaskan tingkat kerusakannya. Layanan darurat Ukraina menyatakan enam orang, termasuk dua anak-anak, terluka dalam serangan Rusia terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan di wilayah Odessa.

Tiga orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan pesawat nirawak Ukraina di wilayah Rostov, Rusia selatan, semalam.

Korban jiwa terjadi di kota Taganrog, tak jauh dari perbatasan Ukraina, ujar Gubernur Yuri Slyusar.

Serangan tersebut merusak rumah-rumah pribadi dan blok-blok perumahan bertingkat, fasilitas sosial yang tidak disebutkan namanya, sebuah gudang, dan sebuah toko cat.

Pertahanan udara Rusia menghancurkan 249 pesawat nirawak/drone Ukraina semalam di atas berbagai wilayah Rusia dan Krimea yang diduduki, ungkap Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa. Tercatat 116 pesawat nirawak ditembak jatuh di atas Laut Hitam.

Serangan tersebut menyusul perundingan antara perwakilan AS dan Ukraina di Jenewa pada Minggu mengenai rencana perdamaian yang ditengahi AS-Rusia.