JAKARTA - Ketua Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie mengaku banyak menerima masukan dar berbagai pihak sejak sebulan terakhir.
Lebih dari 100 kelompok menurutnya, bersurat dan meminta melakukan audiensii untuk memberikan masukan mengenai reformasi kepolisian. Hal tersebut disampaikan Jimly usai melakukan audiensi di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensekneg), Jakarta, Selasa, 25 November.
Jimly ungkapkan, strategi awal memang membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya. Baru pada bulan kedua, akan difokuskan untuk memilih arah kebijakan reformasi.
Pada bulan ketiga atau akhir Januari, menurut Jimly, ditargetkan suda ada rumusan perubahan undang-undang yang menjadi dasar reformasi Polri. Kepada wartawan, Jimly juga menjelaskan terkait isu KUHP baru. Hal tersebut, menurut Jimly akan menjadi bahan diskusi tim.
Presiden Prabowo Subianto melakukan gebrakan dengan membentuk Tim Reformasi Polri. Salah satu tugasnya adalah melakukan percepatan serta transformasi reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.