Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Militer Hizbullah Haytham Ali Tabatabai tewas dalam serangan udara yang dilakukan Israel Defense Forces (IDF) ke Beirut, Lebanon pada Hari Minggu.

IDF mengatakan pasukannya melancarkan serangan terhadap seorang anggota terkemuka kelompok militan Hizbullah di Beirut, dikutip dari The Times of Israel 24 November.

Menurut media Lebanon, serangan itu terjadi di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai basis Hizbullah.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (PMO) mengonfirmasi serangan di Beirut menargetkan kepala staf de facto Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai.

"Beberapa saat yang lalu, IDF menyerang, di jantung kota Beirut, Kepala Staf Hizbullah yang memimpin upaya peningkatan militer dan persenjataan organisasi tersebut," kata PMO.

"Perdana Menteri Netanyahu memerintahkan serangan tersebut atas rekomendasi menteri pertahanan dan kepala staf IDF," lanjut pernyataan tersebut.

"Israel bertekad untuk bertindak demi mencapai tujuannya, di mana pun dan kapan pun," tandas pernyataan itu.

Terpisah, Hizbullah mengonfirmasi tewasnya Haytham Ali Tabatabai dalam serangan udara di Beirut hari ini, beberapa jam setelah Israel mengumumkan tewasnya panglima tersebut.

Menyebutnya sebagai "komandan yang hebat", kelompok militan tersebut mengatakan Tabatabai "mendedikasikan hidupnya untuk perlawanan sejak awal" lebih dari empat dekade lalu, dan "merupakan salah satu pemimpin yang meletakkan fondasi" untuk perlawanan tersebut.

Diketahui, serangan terakhir militer Israel di Beirut terjadi pada Bulan Juli, menargetkan infrastruktur Hizbullah setelah adanya peringatan evakuasi.