Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil seleksi penulisan policy brief atau makalah jabatan pimpinan tinggi pratama pada hari ini. Ada 33 calon yang dinyatakan lolos dan memperebutkan 6 posisi strategis, di antaranya Direktur Penyelidikan dan Direktur Penuntutan.

"Berdasarkan hasil seleksi penulisan policy brief/makalah yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 terhadap Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi, maka nama peserta yang dinyatakan lulus tahapan dimaksud dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya," demikian dikutip dari pengumuman resmi yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Ranu Mihardja.

Berikut adalah nama calon JPT yang dinyatakan lolos seleksi penulisan policy brief atau makalah:

A. Kepala Biro Hukum

- Eko Setiawan instansi asal Kementerian BUMN

- Farhan Abdi Utama instansi asal Badan Kepegawaian Negara (BKN)

- Iskandar Marwanto instansi asal KPK

- Richard Marpaung instansi asal KPK

- Syahmardan instansi asal Kementerian Hukum

- Wahyu Tri Hartomo instansi asal Kementerian Hukum

B. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat

- Budi Affandi instansi asal Kementerian Agama

- Danang Sri Wibowo Riyanto instansi asal Kemenko Bidang Perekonomian

- Jerry Kurnian instansi asal Kementerian Keuangan

- Johnson Ridwan Ginting instansi asal KPK

- Kunto Ariawan instansi asal KPK

- Rahmaluddin Saragih instansi asal KPK

C. Direktur Penyelidikan

- Achmad Taufik instansi asal KPK

- Farhan instansi asal Kejaksaan Republik Indonesia

- Nasidin instansi asal KPK

- Tessa Mahardhika Sugiarto instansi asal KPK

D. Direktur Penuntutan

- Adhryansah instansi asal Kejaksaan Republik Indonesia

- Agustinus Heri Mulyanto instansi asal Kejaksaan Republik Indonesia

- Budhi S. instansi asal KPK

- Dandeni Herdiana instansi asal Kejaksaan Republik Indonesia

- Wagiyo instansi asal Kejaksaan Republik Indonesia

E. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V

- Asep Rahmat instansi asal KPK

- David Hartono Hutauruk instansi asal KPK

- Eddy Taufiq instansi asal Pemerintah Kabupaten Mojokerto

- Jackson Simamora instansi asal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

- Maruli Tua instansi asal KPK

- Niken Wulandari instansi asal Pemerintah Kabupaten Bintan

F. Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi

- Dadi Mulyady instansi asal KPK

- Dzikran Kurniawan instansi asal Pemprov Jakarta

- Kuswanto instansi asal KPK

- Rino Haruno instansi asal KPK

- Taryanto instansi asal KPK

- Teguh Widodo instansi asal KPK

Selanjutnya, puluhan calon JPT ini akan melaksanakan asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural pada Rabu hingga Jumat, 26-28 November. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), Cilitan, Jakarta Timur.

Para peserta diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, mereka wajib hadir 30 menit sebelum kegiatan dan menggunakan batik lengan panjang.

"Selama pelaksanaan seleksi, dilarang membuka catatan refrensi dalam apapun (bersifat closed book); mengaktifkan atau menggunakan alat komunikasi dan perangkat elektronik lainnya. Setiap pelanggaran terhadap tata tertib akan menggugurkan kepersetaan dalam seleksi ini," tulis pengumuman tersebut.

Selanjutnya, peserta akan melaksanakan tes kesehatan fisik dan kesehatan jiwa di Tirta Medical Center, Bellagio Mall, Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan.

Tes kesehatan fisik meliputi pemeriksaan fisik, darah lengkap, gula darah puasa, mata, radiologi atau foto thorax, jantung, THT dan audiometri, tes HIV dan narkoba serta tes kesehatan jiwa (MMPI).

Diberitakan sebelumnya, KPK menggelar seleksi terbuka untuk enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Seleksi ini, dilaksanakan oleh panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari pihak internal dan eksternal KPK.

Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Herefa, mengatakan, keenam jabatan tersebut yaitu, Kepala Biro Hukum, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Direktur Penyelidikan, Direktur Penuntutan, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, dan Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi.

Seleksi ini, dikhususkan untuk untuk para pegawai negeri sipil (PNS) dan dibuka secara resmi pada Senin, 20 Oktober. Hasil kandidat akan diumumkan pada Desember 2025.