JAKARTA - Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran jenazah tentara yang gugur, demikian disampaikan pejabat Ukraina dan media pemerintah Rusia pada Hari Kamis.
Ukraina mengatakan telah menerima 1.000 jenazah, sementara kantor berita Rusia TASS mengutip sumber anonim yang mengatakan Moskow telah menerima kembali 30 jenazah.
"Penyelidik dari badan penegak hukum, bersama dengan badan ahli Kementerian Dalam Negeri, akan segera melakukan semua pemeriksaan yang diperlukan dan mengidentifikasi jenazah yang telah dipulangkan," demikian pernyataan pusat koordinasi tawanan perang Ukraina di Telegram, melansir Al Arabiya dari Reuters 20 November.
Ukraina sendiri sebelumnya menuduh Rusia mengembalikan jenazah dengan cara yang tidak tertib, dan terkadang mengirimkan jenazah tentara Rusia. Moskow membantahnya.
Sebelumnya, kedua belah pihak telah melakukan serangkaian pertukaran jenazah, serta pertukaran tawanan hidup, selama perang yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Namun, perundingan damai masih tersendat, dan para negosiator dari kedua belah pihak belum bertemu langsung sejak 23 Juli, ketika mereka hanya berbincang selama 40 menit di Istanbul.
BACA JUGA:
Sementara itu, negara-negara Eropa pada Hari Kamis menolak rencana perdamaian Ukraina yang didukung AS. Rencana tersebut, menurut beberapa sumber, akan mengharuskan Kyiv menyerahkan lebih banyak wilayah dan melucuti sebagian senjata.
Kondisi ini telah lama dianggap oleh sekutu Ukraina sebagai bentuk penyerahan diri.