JAKARTA - Uni Eropa harus menghentikan pengiriman uang ke Ukraina, menyusul adanya laporan korupsi di negara itu, menurut Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto Hari Kamis.
"Ada mafia perang, sistem korup yang bekerja di Ukraina, dan kemudian Presiden Komisi Eropa, alih-alih menghentikan pembayaran dan menuntut penyelesaian keuangan segera, ia malah ingin mengirim 100 miliar lagi ke Ukraina. Itu gila," katanya sebelum pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, melansir Al Arabiya dari Reuters 20 November.
Szijjarto mengatakan, prospek Ukraina saat ini tidak positif.
"Waktunya tidak berpihak pada Ukraina. Mengatakan bahwa waktunya berpihak pada Ukraina adalah ilusi," ujarnya.
Ia menambahkan, negaranya akan mendukung inisiatif perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya, dua menteri Ukraina yang terjerat dalam penyelidikan korupsi besar-besaran dipecat pada Hari Rabu oleh parlemen, yang juga menyerukan langkah-langkah yang lebih luas untuk memulihkan kepercayaan pada kepemimpinan negara itu.
BACA JUGA:
Investigasi atas dugaan rencana senilai 100 juta dolar AS untuk mengendalikan kontrak di badan nuklir negara telah memicu kemarahan baru terhadap korupsi yang merajalela, termasuk di lingkaran dalam Presiden Volodymyr Zelensky.