Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Suriah pada Kamis 20 November mengungkapkan dua tentara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) tewas dan lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Kurdi semalam di timur laut negara itu.

Kantor berita negara SANA dikutip AFP melaporkan bentrokan terjadi setelah Pasukan SDF yang didukung Amerika Serikat (AS) menyerang posisi-posisi tentara Kurdi di Provinsi Raqqa, Suriah.

Berbeda dengan Kemhan Suriah, SDF dalam pernyataannya menyebutkan, pasukannya bentrok dengan anggota organisasi teroris Daesh (IS) yang mencoba "meluncurkan drone ke posisi-posisi di mana pasukan kami ditempatkan."

"Wilayah ini telah menjadi sasaran serangkaian serangan minggu ini oleh faksi-faksi yang berafiliasi dengan Pemerintah Damaskus, bersamaan dengan aktivitas anggota IS yang telah benar-benar menggunakan posisi-posisi tersebut untuk melakukan serangan teroris mereka," kata pernyataan SDF.

SDF menuduh adanya "koordinasi langsung antara beberapa faksi Pemerintah baru Suriah dan teroris IS dalam menargetkan posisi militer kami."

SDF adalah tentara de facto dari pemerintahan semi-otonom Kurdi yang menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur laut Suriah yang kaya minyak.

SDF didukung AS memainkan peran kunci dalam perang melawan IS di Suriah, yang pada akhirnya menyebabkan kekalahan IS di negara itu pada tahun 2019.

Pada Maret 2025, SDF menandatangani perjanjian dengan otoritas Pemerintah baru Suriah untuk mengintegrasikan institusi militer dan sipil Kurdi ke dalam pemerintahan pusat.

Namun, perbedaan pendapat antara kedua belah pihak telah menghambat implementasi kesepakatan tersebut. Suku Kurdi telah menyerukan desentralisasi, yang ditolak oleh Pemerintahan Suriah.