Bagikan:

JAKARTA - Pasukan Turki membunuh 24 militan Kurdi di Irak utara dan Suriah selama seminggu terakhir.

Pasukan melanjutkan serangan di wilayah tersebut setelah seruan pelucutan senjata dari pemimpin PKK dan kesepakatan terpisah antara Kurdi yang didukung AS dan Damaskus.

Dilansir Reuters, Kamis, 13 Maret, berbicara dalam pengarahan di Ankara, seorang sumber kementerian pertahanan mengatakan kesepakatan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dan Damaskus tidak mengubah komitmen Turki untuk melawan terorisme di Suriah.

Turki masih menuntut agar milisi YPG, yang mempelopori SDF, bubar dan dilucuti senjatanya.

Turki memandang SDF, yang menguasai sebagian besar wilayah timur laut Suriah, sebagai kelompok teroris yang terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang melancarkan pemberontakan selama puluhan tahun terhadap negara Turki.

SDF melakukan beberapa serangan lintas batas terhadap kelompok tersebut. Pemimpin PKK, yang dipenjara di Turki, menyerukan agar kelompok yang bermarkas di Irak Utara itu melucuti senjata bulan lalu.