Bagikan:

JAKARTA - Pasukan keamanan Pakistan menggerebek dua tempat persembunyian Taliban Pakistan di wilayah barat laut negara itu, dekat perbatasan Afghanistan. Penyergapan memicu baku tembak hebat yang menewaskan 23 militan.

Tidak ada rincian mengenai korban jiwa di pihak militer. Penggerebekan tersebut terjadi pada Rabu, 19 November, di Kurram, distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Operasi tersebut menyusul penggerebekan awal pekan ini di wilayah barat laut Pakistan yang menurut militer menewaskan 38 militan.

Dilansir Associated Press, Kamis, 20 November, militer mengidentifikasi militan yang tewas sebagai "Khawarij," istilah yang digunakan pihak berwenang untuk militan yang mereka duga didukung oleh Afghanistan dan India, termasuk mereka yang terkait dengan Taliban Pakistan yang dilarang, tuduhan yang dibantah oleh Kabul dan New Delhi.

Taliban Pakistan — yang dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP — adalah kelompok terpisah tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan. Kelompok ini semakin berani sejak Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada tahun 2021.

Banyak pemimpin dan pejuang TTP diyakini beroperasi dari tempat perlindungan di seberang perbatasan Afghanistan, yang memperburuk hubungan antara Islamabad dan Kabul. Pakistan telah lama mendesak Kabul untuk mengendalikan TTP.

Gencatan senjata antara Pakistan dan Afghanistan sebagian besar telah berlangsung sejak 19 Oktober, ketika Qatar menjadi penengah setelah kedua belah pihak saling tembak di pos-pos perbatasan.

Bentrokan meletus setelah Kabul menuduh Islamabad melancarkan serangan pesawat tak berawak pada 9 Oktober di ibu kota Afghanistan yang menewaskan beberapa orang.

Penyeberangan perbatasan antara kedua negara tetangga tersebut tetap ditutup sejak bulan lalu.