JAKARTA — Para penyerang di Nigeria menyerang gereja saat ibadah berlangsung, menewaskan dua jemaat dan menculik pendeta beserta beberapa orang lainnya.
Serangan terhadap gereja di Eruku, Nigeria tengah, membuat masyarakat panik. Warga dan wisatawan melarikan diri ke semak-semak terdekat untuk menyelamatkan diri.
Dilansir ABC News, serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah 25 siswi diculik di negara bagian Kebbi di barat laut negara itu.
Kedua insiden tersebut tampaknya telah meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk menangani gelombang serangan dan penculikan di seluruh negeri.
Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu menunda rencana perjalanan ke Johannesburg, Afrika Selatan, untuk menghadiri KTT G20 sambil menunggu pengarahan keamanan lebih lanjut mengenai penculikan siswi dan serangan terhadap Gereja Apostolik Kristus di Eruku, negara bagian Kwara.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung yang melibatkan polisi, personel militer, dan warga setempat untuk menemukan 25 siswa yang diculik dari sekolah di negara bagian Kebbi, ungkap kepolisian Nigeria.
BACA JUGA:
Polisi mengatakan "sekelompok bandit" dengan "senjata canggih" menyerbu Sekolah Menengah Komprehensif Putri Pemerintah sekitar pukul 4 pagi waktu setempat, melepaskan tembakan secara sporadis.
Komisaris polisi negara bagian Kebbi menegaskan kembali komitmen kepolisian dalam melindungi nyawa dan harta benda warga negara bagian Kebbi.