TEMBILAHAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, masih merawat seekor buaya berukuran raksasa sepanjang 5,7 meter dengan berat 585 kilogram yang ditangkap warga di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, sekitar tiga pekan lalu.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Inhil, Junaidi, mengatakan buaya tersebut mengalami luka lecet pada kedua tangan dan kaki, terutama pada kaki kanan.
Luka itu muncul akibat kencangnya ikatan tali saat proses penangkapan sehingga menimbulkan infeksi cukup parah.
“Tangan dan kakinya lecet-lecet. Tapi yang parah bagian kanan kakinya. Lukanya itu menyebabkan infeksi,” ujar Junaidi, Antara, Rabu, 19 November.
Untuk menangani luka tersebut, petugas menaburkan serbuk antibiotik pada bagian yang terluka sesaat setelah buaya dievakuasi ke penangkaran sementara di kawasan Dinas Damkar Inhil pada 2 November lalu. Selain itu, petugas juga memberikan infus khusus dan mencampurkan antibiotik ke tubuh buaya.
Damkar Inhil juga telah berkonsultasi dengan dokter hewan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau guna memastikan penanganan medis yang tepat.
“Hari kedua setelah dievakuasi mulai kita berikan obat. Saat ini sudah mulai bergerak di kandang. Kalau kemarin nampak lemah, mungkin karena lukanya,” jelas Junaidi.
Meski kondisi mulai membaik, buaya jumbo tersebut hingga kini masih belum mau makan. Petugas sudah mencoba memasukkan ayam hidup ke kandang, namun tidak disentuh oleh satwa liar itu.
BACA JUGA:
Saat ditanya kapan buaya tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Junaidi mengaku belum dapat memastikan.
“Sampai saat ini belum lagi,” ujarnya.