Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada pihak yang membuat negara merugi dalam proyek pengadaan kereta api cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan dugaan ini ditemukan dalam proses penyelidikan yang berjalan. Katanya, ada pihak yang mengakali tanah milik negara untuk dijual lagi ke negara supaya mendapat keuntungan.

"Ada oknum-oknum di mana dia, yang bersangkutan itu, yang seharusnya ini milik negara tapi dijual lagi ke negara," kata Asep kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 10 November.

"Jadi kami tidak sedang mempermasalahkan Whoosh itu tapi kami dengan laporan yang ada ini adalah ada barang milik negara yang dijual kembali kepada negara dalam pengadaan tanahnya ini," sambungnya.

Peristiwa semacam ini, disebut Asep merugikan keuangan negara. Sebab, proses pembebasan lahan bisa lebih murah.

Meski begitu, Asep belum memerinci siapa pihak yang dimaksud karena penyelidikan masih berlangsung. Begitu juga tanah mana yang pengadaannya bermasalah.

"Nah, terkait yang mana pembebasan lahannya, apakah yang di Halim ataukah yang di Bandung itu (wilayannya, red) Tegalluar nanti kita sama-sama tunggu," tegas Asep yang juga menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Diberitakan sebelumnya, KPK sedang melaksanakan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Whoosh. Proses ini disebut berlangsung sejak awal tahun.

Adapun Whoosh melayani rute Jakarta-Bandung dengan panjang rute 142,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit dan beroperasi sejak Oktober 2023 setelah diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Proyek ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok.

Nilai proyeknya saat itu hanya ditargetkan 5,13 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp82,08 triliun. Namun, angka ini membengkak sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 7,27 miliar dolar Amerika atau setara Rp115 triliun dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat Rp16 ribu.