Bagikan:

JAKARTA - Diplomat tertinggi Meksiko di Peru dilaporkan sudah meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara terkait suaka bagi mantan perdana menteri Peru.

"Pada tanggal ini, dan sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah Peru, kuasa usaha Amerika Serikat-Meksiko telah melaksanakan pengawasan imigrasi dan meninggalkan negara itu," demikian pernyataan badan migrasi Peru dalam unggahan di X dilansir dari Reuters, Senin, 10 November.

Kepergian kuasa usaha Meksiko Karla Ornelas terjadi setelah Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko karena memberikan suaka kepada Betssy Chavez, perdana menteri terakhir untuk mantan Presiden Peru yang digulingkan dan kini dipenjara, Pedro Castillo.

Pemerintah Peru pada Jumat pekan lalu mengatakan tidak akan memberikan perjalanan aman kepada Chavez, yang bersembunyi di kedutaan besar Meksiko di Lima, yang secara efektif menghalangi kepergiannya dari negara itu.

Anggota parlemen Peru pekan lalu juga mengatakan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak diterima di negara itu.

Chavez menghadapi dakwaan konspirasi terkait upaya Castillo pada tahun 2022 untuk membubarkan Kongres, dengan jaksa menuntut hukuman penjara 25 tahun. Chavez membantah tuduhan tersebut.

Meksiko mengutip Konvensi Caracas 1954 dalam keputusannya untuk memberikan suaka politik kepada Chavez.

Kementerian Luar Negeri Meksiko membantah mengintervensi urusan dalam negeri Peru, dengan menegaskan negara tersebut bertindak "sesuai dengan hukum internasional yang berlaku, yang mengikat Meksiko dan Peru."