Bagikan:

JAKARTA - Anggota Parlemen Peru pada Hari Kamis menetapkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak diterima di negara itu, meningkatkan pertikaian diplomatik karena negara itu mempertimbangkan apakah akan memberikan perjalanan aman ke Meksiko kepada seorang politisi oposisi yang bersembunyi di Kedutaan Besar Meksiko di Lima.

Kongres Peru memilih untuk mendeklarasikan Presiden Claudia Sheinbaum sebagai "persona non grata" beberapa hari setelah pemerintahnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko, karena memberikan suaka kepada Betssy Chavez, perdana menteri terakhir untuk mantan Presiden Peru yang digulingkan dan sekarang dipenjara, Pedro Castillo.

Pemerintah Meksiko mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka menolak deklarasi tersebut dan telah menawarkan suaka kepada Chavez sesuai dengan hukum internasional, dan menolak tuduhan Peru bahwa hal itu merupakan "tindakan tidak bersahabat".

Menteri Luar Negeri Peru Hugo de Zela mengatakan kepada Reuters, para ahli hukum sedang segera meninjau "Konvensi Caracas 1954," yang digunakan Meksiko untuk membenarkan suaka tersebut.

"Ini adalah analisis yang kami minta untuk dilakukan dengan cepat, tetapi dengan kehati-hatian yang diperlukan agar dapat dilakukan dengan baik," kata De Zela, yang ditunjuk sebagai menteri luar negeri bulan lalu oleh Presiden baru Peru Jose Jeri, melansir Reuters 7 Oktober.

Sebelumnya, hubungan kedua negara telah menegang sejak Meksiko memberikan suaka kepada istri dan anak-anak Castillo setelah penangkapannya. Castillo sedang menunggu vonis.

De Zela mengatakan keputusan akhir tentang Chavez diperkirakan akan keluar pada akhir minggu ini.

Chavez menghadapi tuduhan konspirasi atas dugaan perannya dalam upaya Castillo pada tahun 2022 untuk membubarkan Kongres. Jaksa menuntut hukuman penjara 25 tahun untuknya.

Terpisah, Meksiko juga menghadapi ketegangan dengan negara tetangga Peru, Ekuador. Negara itu memberikan suaka kepada mantan perdana menteri tahun lalu, tetapi pasukan keamanan Ekuador menyerbu kedutaan untuk menangkapnya, yang menyebabkan Meksiko memutuskan hubungan diplomatik.

Peru mengatakan telah memutuskan hubungan dengan Meksiko karena "tindakan tidak bersahabat" negara utara tersebut yang memberikan suaka kepada Chavez.

"Kami tertarik untuk menjalin hubungan baik dengan semua negara di kawasan ini asalkan dipahami dengan jelas bahwa tidak boleh ada campur tangan dalam urusan dalam negeri," kata De Zela.

Chavez, yang telah membantah tuduhan terhadapnya, telah dipenjara sejak Juni 2023 dan dibebaskan oleh hakim pada Bulan September tahun ini untuk mempersiapkan pembelaannya selagi bebas.

"Meksiko telah membangun semacam realitas paralel di mana terdapat penindasan politik yang sebenarnya tidak ada," kata De Zela.

Meskipun terjadi pemutusan hubungan formal, para pejabat berupaya meminimalkan dampaknya terhadap kemitraan ekonomi mereka, tambah menteri luar negeri tersebut.

Diketahui, sebagai anggota blok perdagangan Aliansi Pasifik, kedua negara memiliki hubungan perdagangan dan pariwisata yang signifikan, dengan total perdagangan bilateral lebih dari 2,5 miliar dolar AS tahun lalu.