JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengklaim fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang lengkap.
Hal ini merespons keresahan warga Jakarta Garden City (JGC), Cakung, yang mencurigai pengoperasian RDF tidak disertai amdal dan mengaitkannya dengan gangguan kesehatan yang dialami anak-anak di kawasan tersebut.
"Amdal sudah ada, lengkap. Enggak mungkin kita bikin bangunan enggak ada amdalnya,” kata Asep saat dikonfirmasi, Kamis, 6 November.
Asep mengaku, amdal RDF Rorotan memang sempat direvisi karena adanya penambahan peralatan baru pada sistem pengolahan. Revisi tersebut telah diselesaikan sebelum RDF mulai berproses uji coba tahap commissioning.
"Memang ada penambahan dari equipment, sehingga ada revisi amdalnya. Itu yang memang sudah selesai karena ada penambahan itu kemarin, sehingga memang amdal itu kita pastikan memang secara dokumen revisi itu sudah selesai," ujarnya.
Menurut Asep, sejak masa uji coba atau commissioning pada awal Oktober hingga minggu lalu, RDF Rorotan tidak menimbulkan keluhan berarti dari masyarakat. Bau sampah yang dilaporkan baru muncul pada Kamis pekan lalu.
Menanggapi keluhan warga soal bau menyengat yang diduga berasal dari RDF, Asep menyebut hal itu bisa disebabkan oleh kondisi sampah yang terlalu basah akibat hujan deras beberapa waktu lalu. Ia mengatakan DLH masih melakukan evaluasi di lapangan untuk memastikan sumber utama bau yang dikeluhkan.
"Ya memang waktu sampah kita kirim itu merupakan sampah-sampah yang memang terkena hujan yang cukup deras waktu beberapa hari yang lalu, sehingga mengakibatkan sampah itu menjadi sangat basah," Asep.
"Kita juga melakukan evaluasi apakah memang ada sumber-sumber kebauan lainnya. Karena kok masyarakat sedemikian masifnya, padahal ada beberapa masyarakat yang sudah juga ke RDF Rorotan dalam minggu lalu dan itu tidak ada hal-hal yang menimbulkan keresahan," lanjutnya.
Asep juga menilai perlu kehati-hatian dalam mengaitkan bau RDF dengan gangguan kesehatan warga JGC. Ia menilai kondisi cuaca saat ini yang berada di masa pancaroba bisa berkontribusi terhadap peningkatan kasus batuk, pilek, dan ISPA.
"Mungkin sama-sama kita ketahui bahwa memang kondisi saat ini kan kondisi pancaroba. Jadi memastikan bahwa memang itu akibat dari dampak batuk pilek itu dari RDF Rorotan, ya kita juga enggak bisa memastikan itu," tutur dia.
Sejak pekan lalu, uji coba RDF Rorotan dihentikan sementara sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penghentian dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis kendaraan pengangkut sampah, terutama agar tidak lagi menimbulkan ceceran air lindi selama proses distribusi.
"Untuk uji coba, memang kemarin Pak Gub statemen, uji cobanya dihentikan dulu sambil menunggu kesiapan dari truk kompaktornya supaya dapat mengkompaksi dengan baik dan tidak menimbulkan ceceran air lindi," jelas Asep.
DLH kini tengah memperbaiki sistem mobilisasi kendaraan pengangkut serta menambah armada baru. Tahun ini, Pemprov DKI akan mengadakan 51 unit kompaktor tambahan yang akan digunakan khusus untuk melayani RDF Rorotan.
BACA JUGA:
Asep berharap penghentian uji coba tidak berlangsung lama. Ia menilai RDF Rorotan berperan penting dalam mengurangi volume pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantargebang.
"Fungsi dari RDF Rorotan ini akan sangat membantu terhadap pengolahan sampah Jakarta. Selama ini warga Jakarta hanya mengandalkan TPA Bantargebang, dan dengan adanya RDF Rorotan ini memang sangat membantu supaya pengiriman sampah tidak lagi sebanyak saat ini," imbuhnya.
Sebelumnya, Warga Jakarta Garden City (JGC), Cakung Timur, Jakarta Timur mengungkap sebanyak 23 anak di wilayahnya mengalami sakit selama proses commissioning RDF Rorotan.
Ketua RT 018 RW 014 JGC, Wahyu Andre, meminta Pemprov DKI, untuk membuka analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dari proyek RDF Rorotan. Warga, kata Wahyu, tidak ingin menjadi korban jika proyek itu tidak memiliki jaminan keamanan dan kesehatan lingkungan.
“Saya sudah minta secara lisan dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak RDF, selalu dijawab masih proses. Saya juga minta secara resmi melalui PPID Dinas LH DKI sejak awal Agustus, tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk memberikan informasi amdal lingkungan dan amdal lalu lintas," ucapnya.