JAKARTA - Malaysia akan meluncurkan kebijakan industri pertahanan nasionalnya yang baru pada tahun depan setelah rumusannya telah disetujui kabinet.
Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia, Mohamed Khaled Nordin mengatakan kebijakan itu akan memperkuat sektor industri pertahanan nasional melalui inovasi dan kemajuan teknologi, dengan mengacu pada apa yang telah diterapkan di Arab Saudi.
“Kami juga akan belajar dan memahami proses yang diterapkan oleh negara lain, termasuk Arab Saudi,” ujarnya di Malaysia, dikutip dari Bernama, Kamis 6 November.
Kebijakan Industri Pertahanan Malaysia mencakup upaya untuk memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri, memberdayakan Lembaga Penelitian Sains dan Teknologi untuk Pertahanan (STRIDE) sebagai badan penelitian di bawah Kementerian Pertahanan, dan memastikan transfer teknologi dalam setiap pengadaan yang dilakukan.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Menhan Malaysia menyatakan niat Malaysia untuk mempelajari model pengembangan industri pertahanan Arab Saudi sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat sektor ini.
Ia mengatakan kunjungan Yang Mulia Sultan Ibrahim, Raja Malaysia, ke Industri Militer Arab Saudi (SAMI) kemarin, memberikan kesempatan bagi Malaysia untuk mengkaji pendekatan dan model yang diadopsi dalam mengembangkan kapabilitas pertahanan.
Didirikan pada tahun 2017, SAMI bertujuan untuk memajukan strategi industri pertahanan Arab Saudi dengan melokalisasi manufaktur militer dan mengembangkan sistem pertahanan canggih, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030.
SAMI beroperasi melalui lima unit sektor utamanya, yaitu penerbangan dan antariksa, sistem pertahanan, elektronika canggih, sistem darat, dan sistem kelautan.