JAKARTA - Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi (RSNF) meluncurkan kapal perang His Majesty King Saud (820), kapal pertama dari empat kapal tempur multi-misi di bawah Proyek Tuwaiq, di Wisconsin, Amerika Serikat.
Upacara peluncuran yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Letnan Jenderal Mohammed Al-Ghuraibi, pejabat militer senior Arab Saudi dan AS, serta perwakilan dari Lockheed Martin dan Fincantieri, perusahaan yang mengawasi pembangunan kapal tersebut, digelar pertengahan bulan lalu.
Letjen Al-Ghuraibi menyambut baik peluncuran yang sukses dan memuji dukungan kuat yang diberikan oleh kepemimpinan Kerajaan kepada angkatan bersenjata, khususnya RSNF, yang telah mendorong kemajuan signifikan dalam modernisasi dan pengembangan angkatan laut.
Ia menggambarkan Proyek Tuwaiq sebagai landasan strategis pengembangan RSNF, yang mencerminkan ambisi Arab Saudi untuk membangun angkatan laut modern dan profesional yang didukung oleh teknologi militer canggih dan program pelatihan komprehensif untuk personelnya, dikutip dari Arab News (2/1).
Al-Ghuraibi melanjutkan, proyek ini akan meningkatkan kesiapan operasional angkatan laut untuk menjaga kepentingan strategis Kerajaan dan melindungi jalur maritim vital.
Ia menekankan, kapal-kapal baru tersebut dilengkapi dengan sistem tempur canggih yang mampu melakukan berbagai operasi angkatan laut terhadap ancaman udara, permukaan dan bawah permukaan.
Letjen Al Ghuraibi memuji dukungan kepemimpinan kerajaan terhadap angkatan bersenjata dan menggambarkan Proyek Tuwaiq sebagai inti dari penciptaan angkatan laut modern dan berteknologi maju.
BACA JUGA:
Dikutip dari The National, inisiatif tersebut juga mencakup peningkatan Pangkalan Angkatan Laut Raja Abdulaziz di Jubail dengan fasilitas pemeliharaan dan pelatihan, memastikan efisiensi operasional angkatan laut dan kesiapan jangka panjang.
Kolaborasi Saudi-AS mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap kemitraan pertahanan, lokalisasi industri militer angkatan laut, dan mendukung tujuan Visi Saudi 2030, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dan mempertahankan kerangka keamanan maritim yang kuat, kata kantor berita Arab Saudi SPA.