Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons masih adanya kekhawatiran warga atas potensi bau sampah yang masih tercium ketika Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, dioperasikan kelak.

Untuk meredam kekhawatiran warga setempat, Pramono berjanji akan mengajak mereka untuk meninjau lokasi RDF untuk memastikan pencemaran tak lagi terjadi sebelum akhirnya diresmikan.

"Saya sudah meminta kepada yang mengoperasikan, ketika dioperasikan, nanti undang warga untuk melihat secara langsung. Karena sekarang ini sudah dilakukan penyempurnaan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 12 September.

Warga, lanjut Pramono, dipersilakan melihat kondisi RDF Rorotan pada tahap commissioning atau pengujian instalasi fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif tersebut.

Pramono memastikan fasilitas pengendalian emisi seperti alat bag filter, wet electrostatic precipitator (WESP), pre-treatment WESP (wet scrubber kedua), carbon active, ID-fan kedua, dan CEMS sudah terpasang saat commissioning dilakukan.

"Saya sudah meminta sebelum komisioning, ya diundang dulu warga untuk melihat. Bahwa yang apa kita janjikan, kita sudah penuhi. Bahkan termasuk pemasangan indikator-indikator untuk nanti bau dan sebagainya, saya sudah minta dipasang semuanya," urai Pramono.

Sehingga, mantan Sekretaris Kabinet itu berharap Pemprov DKI bisa meresmikan RDF Plant kedua di Jakarta bisa diresmikan pada pekan keempat bulan ini tanpa ada lagi penolakan yang datang dari warga.

"Sebenarnya targetnya adalah pada bulan September ini. Tanggal 18 September itu sudah bisa commissioning. Jadi ini kan commissioning saja juga belum. Perbaikan sedang dilakukan, disempurnakan," lanjut dia.

Baru-baru ini, warga perumahan Jakarta Garden City RW 14 Kelurahan Cakung Timur masih mengkhawatirkan pengoperasian RDF Plant Rorotan masih mencemarkan bau tak sedap.

Mereka mengaku sampai saat ini pengelola RDF Rorotan juga belum menunjukkan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) atas pengoperasian RDF Rorotan.