YOGYAKARTA – Bagaimana proses sebuah identitas terbentuk tidak dimulai dari sesuatu yang instan. Pembentukan identitas membutuhkan proses yang cukup panjang dengan melibatkan berbagai kegiatan khususnya yang berkaitan dengan interaksi sosial. Artikel ini akan membahas bagaimana sesungguhnya sebuah identitas seseorang dapat terbentuk.
Memahami Bagaimana Proses Sebuah Identitas Terbentuk
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), identitas dimaknai sebagai jati diri. Pengertian identitas memang tidak jauh dari karakter khusus yang menjadi pembeda dengan yang lainnya, dalam konteks ini adalah individu.
Dilansir dari Psychologytoday, identitas adalah peran seseorang di berbagai hubungan yang dimiliki. Sebagai contoh, peran seseorang dalam hubungan kekerabatan, pekerjaan, dan hal lain yang berkaitan dengan keterikatan sosial.
Di dalam identitas terdapat karakteristik eksternal yang sulit bahkan tidak dapat dikendalikan. Karakteristik tersebut seperti tinggi badan, ras, kelas sosial ekonomi, opini politik, sikap moral, keyakinan agama, dan sebagainya.
BACA JUGA:
Dilansir dari focuskeeper, pembentukan identitas terjadi secara berlapis yang terjadi sepanjang hidup seseorang. Berikut ini tahapan yang dilalui seseorang hingga mendapatkan identitasnya.
- Pembentukan di tahap anak
Pembentukan identitas seseorang sudah dimulai sejak masa anak-anak. Di usia tersebut anak akan mengeksplorasi lingkungan sekitar, memahami posisi mereka bagi orang-orang sekitar. Pemahaman tersebut pada akhirnya menerangkan siapa mereka bagi orang lain.
- Masa remaja krisis eksistensi
Pencarian identitas semakin gencar dilakukan oleh seseorang di era remaja. Di periode tersebut eksplorasi banyak dilakukan. bahkan, masa remaja jadi salah satu masa krises identitas dimana mereka bergelut dengan jati diri hingga pada akhirnya mereka mampu mengembangkan identitas yang kuat sekaligus autentik.
- Kedewasaan dan konsolidasi identitas
Identitas seseorang mulai kokoh setelah kedewasaan mencapai kematangannya. Di tahap ini, seseorang akan menjalani banyak peran, mendapat pengalaman, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih stabil. Akan tetapi identitas masih bisa berubah karena banyak hal misalnya efek pengalaman hidup, perubahan karier, hubungan pribadi, dan masih banyak lagi.
Faktor Pembentuk Identitas
Identitas terbentuk karena banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut ini beberapa faktor pembentuk identitas seseorang.
- Keluarga dan pendidikan
Keluarga adalah lingkungan paling berdampak besar terhadap identitas seseorang. Keluarga memegang peran penting dalam menanamkan keyanikan, nilai, serta harapan.
- Interaksi sosial dan pengaruh teman sebaya
Hubungan seseorang dengan temannya juga akan berdampak besar pada identitas seseorang terutama di masa remaja. Teman sebaya dan interaksi sosial yang terjalin bisa diadopsi hingga membentuk identitas seseorang. Oleh karena itu faktor ini disebut krusial karena punya dampak panjang hingga dewasa.
- Dampak budaya dan masyarakat
Budaya yang diterapkan di lingkungan masyarakat lebih luas punya peran penting dalam pembentukan identitas. Latar belakang budaya ikut menentukan nilai, tradisi, dan ideologi seseorang terhadap dunia.
Itulah informasi terkait bagaimana proses sebuah identitas terbentuk. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.