Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Inggris John Healey memastikan pada Hari Minggu, pangkat militer terakhir mantan Pangeran Inggris Andrew akan dicopot sebagai bagian dari keputusan Raja Inggris Charles III yang juga kakak kandungnya.

Menhan Healey mengatakan kepada televisi BBC, langkah-langkah sedang dilakukan untuk mencopot pangkat Andrew sebagai Wakil Laksamana di Angkatan Laut Inggris dan Raja Charles telah "menyatakan itulah yang diinginkannya".

"Ini adalah langkah yang tepat, ini adalah langkah yang telah ditunjukkan Raja untuk kami ambil dan kami sedang mengupayakannya saat ini," kata Menhan Healey, melansir Reuters 3 November.

Andrew mempertahankan pangkatnya sebagai Wakil Laksamana pada tahun 2022, ketika ia melepaskan jabatan militer lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Raja Inggris Charles III telah mencabut gelar pangeran adiknya, Andrew, dan memaksanya keluar dari rumahnya di Windsor, ungkap Istana Buckingham pada Hari Kamis pekan lalu, dalam upaya menjauhkan keluarga kerajaan darinya terkait hubungan dengan skandal Jeffrey Epstein.

Andrew (65) adik Charles dan putra kedua mendiang Ratu Elizabeth II, telah berada di bawah tekanan yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir atas perilakunya dan hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Epstein. Awal bulan lalu, ia dipaksa untuk berhenti menggunakan gelar Duke of York.

Raja Charles III kini meningkatkan tindakannya terhadap Andrew dengan mencabut semua gelarnya, sehingga ia hanya dikenal sebagai Andrew Mountbatten Windsor.

Keputusan Raja Charles III menandai salah satu langkah paling dramatis terhadap seorang anggota keluarga kerajaan dalam sejarah Inggris modern.

"Kecaman ini dianggap perlu, meskipun ia terus membantah tuduhan terhadapnya," kata pihak istana.

"Yang Mulia ingin menegaskan bahwa pikiran dan simpati terdalam mereka telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan," lanjutnya.

Jauh sebelumnya, Andrew pernah dianggap sebagai perwira angkatan laut yang gagah dan bertugas di militer selama Perang Falklands dengan Argentina pada awal 1980-an.

Namun, ia terpaksa mengundurkan diri dari perannya sebagai duta besar perdagangan Inggris pada tahun 2011, sebelum mengundurkan diri dari semua tugas kerajaan pada tahun 2019 dan kemudian dicabut dari hubungan militer dan perlindungan kerajaannya pada tahun 2022, di tengah tuduhan pelecehan seksual yang selalu ia bantah.