JAKARTA - Militer Israel menyerang Jalur Gaza untuk hari keempat dengan menewaskan tiga orang.
Warga melaporkan penembakan dan tembakan Israel di Gaza utara pada Jumat, 31 Oktober, sementara Israel terus membombardir wilayah-wilayah tersebut meskipun menyatakan tetap berkomitmen pada gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump.
Seorang warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita akibat penembakan Israel sebelumnya, lapor kantor berita Palestina WAFA, dilansir Reuters.
Gencatan senjata yang ditengahi AS, yang belum menyelesaikan isu-isu pelik seperti pelucutan senjata Hamas dan tenggat waktu penarikan Israel dari Jalur Gaza, telah diuji oleh pecahnya kekerasan secara berkala sejak diberlakukan tiga minggu lalu.
Antara Selasa dan Rabu, Israel membalas kematian seorang tentara Israel dengan pemboman yang menurut otoritas kesehatan Gaza menewaskan 104 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan Palang Merah telah mengirimkan 30 jenazah warga Palestina yang dibunuh oleh Israel selama perang, sehari setelah Hamas menyerahkan dua jenazah sandera.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas membebaskan semua sandera yang masih hidup di Gaza dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina dan tahanan perang.
Sementara Israel setuju untuk menarik pasukannya, menghentikan serangan, dan meningkatkan bantuan.
Hamas juga setuju untuk menyerahkan jenazah seluruh 28 sandera yang tewas dengan imbalan 360 militan Palestina yang tewas dalam perang. Setelah pembebasan pada hari Kamis, Hamas telah menyerahkan 17 jenazah, sementara 225 jenazah Palestina sejauh ini telah dikembalikan ke Gaza.
Hamas mengatakan akan membutuhkan waktu untuk menemukan dan mengambil jenazah semua sandera yang tersisa.
BACA JUGA:
Sedangkan Israel menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dengan menunda penyerahan.
Dua tahun konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza dan membuat wilayah itu hancur lebur.
Israel melancarkan perang setelah pejuang yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan membawa 251 sandera kembali ke Gaza.