JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon melempar gagasan besar bertajuk “Out of Nusantara” dalam Konferensi Prasejarah dan Protosejarah UISPP Inter-Regional Conference 2025 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (28/10). Ia menegaskan Indonesia bukan hanya lokasi temuan arkeologi, tetapi poros baru evolusi manusia dan salah satu pusat peradaban purba dunia.
“Selama ini dunia terpaku pada narasi Out of Africa. Kini Indonesia mengajukan perluasan itu: Out of Asia, bahkan Out of Nusantara,” kata Fadli di hadapan delegasi 40 negara.
Ia memaparkan lebih dari 60 persen fosil Homo erectus dunia ditemukan di Indonesia, termasuk Java Man karya Eugène Dubois di Trinil yang menjadi tonggak ilmu paleoantropologi modern. Fadli juga menegaskan repatriasi 28.131 fosil Koleksi Dubois dari Belanda sebagai pemulihan kedaulatan ilmiah Indonesia.
Selain fosil manusia purba, Indonesia menyimpan lukisan naratif tertua di dunia berusia 51.200 tahun di Leang Karampuang, Sulawesi Selatan, yang merekam kemampuan bercerita visual dan pengetahuan maritim sejak puluhan milenium lalu.
“Temuan Homo sapiens di Lida Ajer dan budaya Gua Harimau membuktikan manusia Nusantara beradaptasi, berteknologi logam awal, hingga memetakan ruang sakral,” ujarnya. Bukti itu, katanya, menantang teori persebaran manusia yang hanya satu arah dari Afrika.
BACA JUGA:
Presiden UISPP Prof. Jacek Kabaciński mengapresiasi penyelenggaraan konferensi di Indonesia. “Kami melihat ini sebagai momentum penting. Kami berharap diskusi selama sepuluh hari ke depan produktif dan memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas ilmiah global,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima VOI.
Konferensi UISPP berlangsung 27 Oktober–6 November di Salatiga, Sangiran dan Yogyakarta, fokus pada kolaborasi riset, pelestarian situs, serta pemajuan sains untuk pembangunan berkelanjutan. Menbud Fadli mengundang para ilmuwan dunia bermitra langsung di situs-situs kunci Indonesia untuk membuka ulang peta awal peradaban manusia.