JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memimpin evakuasi medis 41 pasien kritis dan 145 pendamping dari Gaza, ujar Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Hari Rabu.
Dalam unggahannya di media sosial X Tedros mengatakan sekitar 15.000 pasien sedang menunggu evakuasi dari Jalur Gaza.
"Kami terus menyerukan kepada negara-negara untuk menunjukkan solidaritas mereka dan agar semua rute dibuka guna mempercepat evakuasi medis," kata Kepala WHO, melansir Reuters 23 Oktober.
Banyak yang menderita cedera akibat konflik Israel-Hamas yang telah berlangsung selama dua tahun. Lainnya memiliki kondisi kronis seperti kanker dan penyakit jantung yang tidak dapat diatasi oleh sistem kesehatan di wilayah kantong tersebut yang hancur.
Selama perang, lebih dari 7.000 pasien telah dievakuasi dari Gaza, dengan Mesir mengambil alih lebih dari setengahnya. Tingkat pemindahan melambat menjadi hanya sedikit ketika perbatasan Rafah ditutup pada Mei 2024 dan Israel mengambil alih kendali.
Sejak gencatan senjata sebelumnya berakhir pada Bulan Maret, kurang dari empat pasien telah keluar setiap hari. Sebelumnya, badan kesehatan PBB mengatakan sekitar 15.600 pasien Gaza menunggu evakuasi, termasuk 3.800 anak-anak.
BACA JUGA:
Penyeberangan Rafah yang sebelumnya digunakan pasien untuk keluar melalui Mesir masih ditutup untuk evakuasi.
Ratusan orang telah meninggal dunia saat menunggu, menurut kelompok medis dan otoritas kesehatan Palestina.
WHO, yang mengambil alih pengelolaan proses tersebut tahun lalu, mengatakan 740 orang, termasuk 137 anak-anak dalam daftar, telah meninggal dunia sejak Juli 2024.
Di sisi lain, COGAT, badan militer Israel yang mengawasi aliran bantuan ke Gaza, sebelumnya mengatakan bahwa persetujuan evakuasi akan tunduk pada pemeriksaan keamanan.