JAKARTA - Jaksa penuntut umum Paris Laure Beccuacu mengatakan pada Hari Selasa, pencuri yang melakukan aksinya di Louvre Museum, Paris, Prancis berhasil membawa kabur perhiasan senilai sekitar 88 juta euro (Rp1.695.443.200.000).
"Penting untuk diingat bahwa kerugian ini merupakan kerugian ekonomi, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian historis yang disebabkan oleh pencurian ini," kata jaksa penuntut kepada radio RTL, melansir Reuters 22 Oktober.
Dalam apa yang oleh beberapa politisi disebut sebagai penghinaan nasional, empat orang membobol Louvre pada hari Minggu menggunakan derek untuk memecahkan jendela lantai atas.
Mereka mengambil benda-benda berharga dari galeri perhiasan kerajaan sebelum melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.
Delapan perhiasan yang dicuri termasuk tiara dan anting-anting dari set Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense, dari awal abad ke-19.
Sedangkan Mahkota Permaisuri Eugenie ditemukan di luar museum, tampaknya terjatuh saat pelarian tersebut.
Para pencuri beraksi sekitar pukul 09.30 waktu setempat ketika museum telah dibuka untuk umum, dan memasuki gedung Galerie d'Apollon.
Jaksa Beccuau menjelaskan perampokan itu berlangsung antara enam hingga tujuh menit dan dilakukan oleh empat orang yang tidak bersenjata, tetapi mengancam para penjaga dengan gerinda sudut.
"Pencurian yang dilakukan di Louvre merupakan serangan terhadap warisan yang kita junjung tinggi karena merupakan sejarah kita," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron di X.
"Kita akan mengembalikan karya-karya tersebut, dan para pelakunya akan diadili,” sambungnya.
Perampokan ini menimbulkan pertanyaan yang pelik tentang keamanan di museum, di mana para pejabat telah membunyikan alarm tentang kurangnya investasi di situs terkenal di dunia, rumah bagi karya seni seperti Mona Lisa, yang dikunjungi 8,7 juta pengunjung pada tahun 2024.
BACA JUGA:
Jaksa Beccuau mengatakan masih menjadi misteri mengapa para pencuri tidak mencuri berlian Regent, yang disimpan di Galerie d'Apollon dan diperkirakan bernilai lebih dari 60 juta dolar AS oleh Sotheby's.
"Saya tidak punya penjelasan," katanya.
"Baru setelah mereka ditahan dan menghadapi penyidik, kita akan tahu jenis perintah apa yang mereka miliki dan mengapa mereka tidak menyasar jendela itu," tandasnya.