Bagikan:

JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina merupakan hasil dari upaya besar dan mempertahankannya sangatlah penting, saat bertemu dengan Emir Kuwait Mishal al-Ahmad al-Sabah.

"(Presiden) Erdogan menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang dicapai dengan susah payah," bunyi pernyataan Kantor Kepresidenan Turki, dilansir dari TASS 22 Oktober.

"Ia menekankan solusi dua negara merupakan prasyarat bagi perdamaian abadi dan bahwa sangat penting, seperti biasa, bagi dunia Islam untuk menunjukkan posisi yang bersatu dalam masalah ini," tambahnya.

Diketahui, Turki bersama Mesir, Qatar dan Amerika Serikat menjadi perantara gencatan senjata konflik antara kelompok militan Palestina yang dipimpin Hamas dengan Israel di Jalur Gaza.

Isu Suriah juga diangkat dalam pertemuan dengan Emir Kuwait tersebut.

"Presiden kami menyatakan bahwa Turki bertekad untuk melindungi persatuan politik dan integritas wilayah Suriah dan ingin bergerak maju bersama negara-negara Arab dalam membangun masa depan yang cerah bagi rakyat Suriah," demikian pernyataan kantor kepresidenan.

Terkait hubungan bilateral dengan Kuwait, Presiden Erdogan mencatat bahwa "kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara di bidang investasi, energi, perdagangan, dan industri pertahanan merupakan hal yang strategis dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut."

Ia juga menyatakan "kepuasan atas upaya Kuwait, sebagai ketua Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) saat ini, untuk memperkuat stabilitas regional."

Menurut pemimpin Turki tersebut, "perjanjian perdagangan bebas yang saat ini sedang dinegosiasikan antara Turki dan GCC akan berkontribusi pada pengembangan hubungan perdagangan dengan negara-negara Teluk yang bersaudara."