Bagikan:

JAKARTA - Rusia melancarkan serangkaian serangan lebih dari 300 pesawat nirawak (drone) dan 37 rudal menargetkan infrastruktur di seluruh Ukraina dalam serangan pada Kamis dini hari.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut target sasaran Rusia berada di wilayah Vinnytsia dan Poltava tengah, serta wilayah timur laut Sumy dan Kharkiv.

"Musim gugur ini, Rusia memanfaatkan setiap hari untuk menyerang infrastruktur energi kita," kata Zelenskyy di X dilansir Reuters, Kamis, 16 Oktober.

Rusia telah menyerang fasilitas energi dan listrik Ukraina selama beberapa musim dingin berturut-turut seiring perang memasuki tahun keempat.

Awalnya, Rusia berfokus pada listrik, tetapi tahun ini Rusia semakin gencar menargetkan infrastruktur gas.

Sergii Koretskyi, CEO perusahaan energi negara Naftogaz, mengatakan telah terjadi enam serangan besar terhadap fasilitas gas bulan ini saja. Serangan terbaru menghantam fasilitas yang rusak di beberapa wilayah, sehingga operasi di beberapa wilayah terhenti.

"Hal ini berdampak langsung pada volume produksi gas domestik, yang terpaksa kami penuhi melalui impor," kata Koretskyi, seraya mendesak warga Ukraina untuk mengonsumsi gas secara hemat.

Pemerintah Ukraina yang sedang kekurangan dana sedang bernegosiasi dengan sekutu internasional untuk mengumpulkan dana impor lebih banyak untuk menghadapi musim gugur dan musim dingin yang dingin.

Angkatan udaranya mengatakan serangan langsung 14 rudal dan 37 drone tercatat semalam di 14 lokasi dalam rentetan serangan.

Sementara 283 drone dan lima rudal berhasil ditembak jatuh.

Serangan drone Rusia juga menyebabkan pemadaman listrik, dengan Ukraina membatasi pasokan untuk konsumen industri pada Kamis.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pasukannya melakukan "serangan besar-besaran" terhadap infrastruktur gas Ukraina, yang disebutnya mendukung militer Kyiv, sebagai balasan atas apa yang disebutnya sebagai serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil.

Sementara Kyiv meningkatkan serangannya sendiri terhadap kilang minyak Rusia di wilayah perbatasan dan sekitarnya, termasuk terhadap kilang minyak di wilayah Saratov pada Kamis.

Zelenskyy yang dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump pada Jumat dalam kunjungan ke AS, kembali mengajukan permohonan untuk meningkatkan kemampuan jarak jauh bagi Ukraina.

"(Presiden Rusia Vladimir) Putin telah menutup telinga terhadap semua yang dikatakan dunia, jadi satu-satunya bahasa yang masih bisa dipahaminya adalah bahasa tekanan," ujarnya.

"Itulah yang akan saya bahas hari ini dan besok di Washington,” kata Zelenskyy.